Vietnam sudah dan selalu memprioritaskan memilih menaati hukum internasional tentang masalah Laut Timur
23/10/2019 09:51
(VOVWORLD) - Sejak awal bulan Juli, sebuah kapal survei besar Tiongkok, dengan dikawal oleh kapal-kapal bersenjata, telah melanggar secara ilegal zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam.

Kapal Hai Yang 8 secara terus menerus melanggar Zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam selama ini (Foto: Weibo) Menghadapi perkembangan-perkembangan ini, Vietnam selalu tekun melakukan solusi-solusi diplomatik, mengimbau kepada Tiongkok supaya menaati hukum internasional, menjaga ketertiban, perdamaian dan kestabilan di Laut Timur, bersama dengan komunitas internasional bersuara memprotes tindakan-tindakan yang tidak sah Tiongkok tersebut, memberikan prioritas dalam memilih penaatan hukum internasional untuk membela kedaulatan yang sah Vietnam di Laut Timur. Sampai sekarang, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) merupakan kerangka hukum untuk semua aktivitas di semua samudra dan kawasan laut, diakui secara luas di dunia. Menurut konvensi ini, semua negara pantai memiliki zona ekonomi eksklusif (EEZ) 200 mil laut, landas kontinen 200 mil laut dan wilayah laut 12 mil laut. Di kawasan Laut Timur, semua negara yang mengklaim kedaulatan di Laut Timur, yaitu Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei Darusalem semuanya telah mendandatangani UNCLOS 1982 dan meratifikasi konvensi ini.
Related








