Selama bertahun-tahun berkecimpung dalam pembuatan sandal kayu dan “Ao dai” (busana tradisional perempuan Vietnam), desainer Lily Hoang, yang lahir pada tahun 1989, kian memahami kebudayaan Vietnam Utara. Berawal dari keinginan untuk mengajak masyarakat bernostalgia dengan kenangan masa kecil sekaligus mengenal kembali budaya Vietnam Utara pada masa lalu, Lily Hoang menciptakan ruang budaya dengan nama Am Càkê di sebuah gang kecil di Jalan Lac Long Quan, Hanoi. Desainer Lily Hoang menuturkan:

“Untuk menghidupkan kembali sandal kayu tradisional, selain memproduksinya secara komersial dan memadukannya dengan feisyen, saya berpikir untuk menghadirkan sebuah ruang di mana semua orang mengenal kembali sandal kayu ini. Saya membayangkan sebuah ruang yang mampu menghidupkan kembali esensi pedesaan Vietnam Utara. Banyak orang, seperti saya, menyukai budaya Vietnam Utara dan sangat merindukannya.”

Ruang Am Càkê dirancang dengan area dapur yang dilengkapi tungku kayu bakar, rak mangkuk, serta berbagai peralatan seperti pisau dan sabit yang digunakan para petani Vietnam Utara di sawah. Di ruang tamu terdapat seperangkat meja dan kursi kayu tua lengkap dengan teko dan cangkirnya, tempat para wisatawan dapat duduk dan mengobrol. Selain itu, ruang ini juga dirancang menyerupai sebuah lukisan suasana di pedesaan.

“Di gerbang masuk, kami menanam berbagai jenis tanaman yang dahulu banyak dijumpai di pedesaan Vietnam Utara, seperti pohon vối (nama ilmiahnya Cleistocalyx operculatus (Roxb.) dan lembayung malabar. Lebih jauh ke dalam, pengunjung dapat menemukan replika rumah tradisional tiga ruang. Di ruang utama, kami menempatkan seperangkat meja dan kursi antik yang telah disimpan oleh keluarga saya selama lebih dari 50 tahun. Selain itu, di area dapur terdapat tungku kayu bakar yang dibuat dari tanah. Di sini, wisatawan dapat melihat rak dan lemari dapur yang dibuat sendiri oleh kakek dari pihak ibu saya. Ruang ini sangat hangat dan nyaman. Orang-orang dapat memanggang jagung, ubi, dan berbincang satu sama lain.”

Mengunjungi Am Càkê pada akhir pekan, Nhu Quynh dari Provinsi Thanh Hoa, mengatakan: “Lily Hoang memiliki kreativitas, kecintaan dan kegairahan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya tradisional Vietnam Utara. Ketika mengikuti berbagai kegiatan di Am Càkê, saya merasakan bahwa ini adalah ruang yang tenang tentaram. Ketika suasana hati saya sedang tidak baik, saya selalu kembali datang ke Am Càkê dan berbincang-bincang dengan orang-orang di sini. Hal itu membuat saya merasa lebih mencintai kehidupan.”

Am Càkê juga menjadi tempat diselenggarakannya berbagai simposium dan ajang pertukaran kisah mulai dari sejarah, budaya rakyat, hingga kenangan kolektif dari lintas generasi.

“Kami menyelenggarakan banyak program yang sesuai dengan berbagai kelompok usia. Untuk anak-anak, ada program ‘Menghidupkan Kembali Kenangan, Membangkitkan Masa Depan’. Saat berkunjung ke sini, anak-anak dapat memberi makan ayam, berpartisipasi dalam tarian sạp (tarian tradisional di atas bilah bambu), bermain catur, dan mengenakan pakaian tradisional Vietnam Utara tempo dulu. Mereka bahkan dapat mencoba membuat sandal kayu sendiri. Sementara bagi orang dewasa, kami menyelenggarakan program “Datanglah ke Sini”. Dalam program tersebut, wisatawan paruh baya dapat bernostalgia dengan ruang masa lalu.”

Saat mendampingi para siswanya untuk mengalami pengalaman di Am Càkê, Ngoc Huyen, perwakilan dari Sistem Pendidikan Dream School Hanoi, menyampaikan:

“Kami sangat terkesan dengan ketulusan hati Lily Hoang dalam mencurahkan seluruh cintanya pada budaya tradisional. Anak-anak sangat senang ketika membuat lukisan Dong Ho di atas kertas dó (jenis kertas buatan tangan tradisional Vietnam yang terkenal). Para guru, terutama guru-guru asing, juga sangat antusias.”

Keinginan terbesar Lily Hoang adalah agar ketika berkunjung ke Am Càkê, para wisatawan tidak hanya dapat kembali merasakan ruang pedesaan Vietnam Utara masa lalu. Ia juga ingin menyebarluaskan pesan perlindungan lingkungan melalui pemanfaatan kembali benda-benda kenangan milik generasi sebelumnya untuk dihadirkan kepeda generasi berikutnya dengan cara yang baru, modern, dan nyaman, namun tetap menjaga kenangan-kenangan berharga.