VOV WorldVOV World
Upacara Memohon Hujan dari Warga Etnis Minoritas E De di Kota Buon Ma Thuot, Provinsi Dak Lak
10/05/2023 09:51
(VOVWORLD) - Bulan April setiap tahun adalah puncaknya musim kemarau, warga etnis minoritas Ede di Dukuh Ky, Kelurahan Thanh Nhat, Kota Buon Ma Thuot, Provinsi Dak Lak, dengan gembira mengadakan Upacara memohon hujan. Ini adalah festival tradisional, mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam, membawa makna spiritual yang istimewa , dengan keinginan supaya mendapat berkah dari Sang Pencipta berupa cuaca yang kondusif, tanaman tumbuh hijau, panenan berlimpah ruah, dan kehidupan yang cukup sandang cukup pangan, semua orang di dukuh bersatu dan berbahagia.
Melaksanakan upacara tabur benih padi pertama. (Foto: VOV) Sudah sejak dini hari, halaman di depan wisma masyarakat Dukuh Ky sudah ramai orang yang datang untuk menghadiri festival. Kaum muda pria membantu para seniman mengatur perangkat gong dan bonang, membersihkan meja dan kursi. Sedangkan para perempuan  dalam busana tradisional yang tampak luwes ikut serta dalam menyiapkan sedekah. Di bawah pohon tua di tengah-tengah dukuh, warga menyiapkan dua buah gubuk “Puk” yang berisi barang-barang yang diperlukan untuk melakukan upacara memohon hujan. Gubuk “Puk” (Sang Yang) terdiri dari dua tingkat, yaitu tingkat atas yaitu tingkat tempat dewa-dewa untuk memuja dewa dewi (Ay Die dan Aduon Die); di tingkat bawah adalah lumbung padi simbol dari kemakmuran. Di kaki gubuk ditempatkan dewa Ac artinya jahat (Yang Liê), yang membujuk burung dan binatang buas datang untuk menghancurkan ladang, menyebabkan gagal panen, sehingga penduduk dukuh hidup dalam kemiskinan. Di sebelahnya terdapat sesajen untuk “Yang” seperti arak, ayam, bambu dan alat-alat bambu, serta patung-patung kayu kecil berbentuk binatang seperti gajah, landak, harimau, dan lain-lain.  Di depan gubuk “Puk”, ketika suara gong terdengar, dukun memulai ritual pemujaan dengan kata-kata berdoa kepada dewa (langit, bumi, dewa hujan) supaya mencurahkan air ke bumi agar manusia bisa mendapatkan air, dapat melakukan cocok tanam, panen berlimpah ruah, setiap keluarga di dukuh hidup dalam kemakmuran, serta mengusir binatang buas, menjauhkan kejahatan dari dukuh. Setelah upacara memberi sedekah, dukun melangkah untuk menggambar bentuk bujur sangkar yang melambangkan ladang, kemudian melakukan ritual penanaman dan pemangkasan. Dia berjalan di depan, dua tangannya memegang dua tonggak yang diasah, menancap ke tanah, dan diikuti oleh ibu-ibu Ede yang menabur benih padi ke lubang-lubang di tanah. Saudari H'By La Bya, dari Dukuh Ky, berbagi: