logo

AS Gunakan Kewenangan Darurat untuk Menjual Bom Senilai 650 Juta USD kepada Israel

2026/3/8 | 08:49:22
(VOVWORLD) - Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengabaikan proses peninjauan oleh Kongres AS dengan menggunakan kewenangan darurat untuk mempercepat penjualan lebih dari 20.000 buah bom kepada Israel dengan total nilai sekitar 650 juta dolar AS. 
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (7 Maret), Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah menetapkan adanya "situasi darurat" yang mengharuskan penjualan senjata ke Israel segera, sehingga membebaskan persyaratan biasa untuk peninjauan kongres atas kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara kepada wartawan di Washington, D.C, pada 3 Maret 2026. (Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz)

Paket senjata ini mencakup 12.000 bom serbaguna BLU-110A/B sesuai permintaan Israel. Transaksi ini dilakukan hanya satu minggu setelah AS dan Israel memulai kampanye serangan udara bersama yang menyasar pada Iran, yang merupakan operasi militer terbesar Washington sejak Perang Irak tahun 2003.

Kementerian Pertahanan AS mengatakan kesepakatan itu “akan berkontribusi pada kemajuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS”, sekaligus menambahkan bahwa kontraktor utama adalah Repkon USA, yang berbasis di Texas. Kesepakatan itu juga mencakup bom serbaguna BLU-111, dan Israel berencana akan membeli senjata penting tambahan senilai sekitar 298 juta dolar AS melalui transaksi komersial langsung. Keputusan untuk menggunakan hak darurat untuk mengabaikan Kongres telah menderita dari beberapa anggota parlemen.

TAG
VOV/VOVworld/menjual bom/Amerika Serikat/Israel/keamanan nasional AS

Yang lain