Dalam video yang berdurasi hampir 6 menit ini menampilkan adegan-adegan familiar seperti Danau Hoan Kiem di pagi hari, Katedral di jantung kota, semangkuk Pho Ly Quoc Su yang hangat, dan secangkir kopi Cong yang kental. Semua diperkenalkan oleh Aris secara realistis, sehingga membantu penonton merasakan suasana di Hanoi pasca masa pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Video ini menjadi terpopuler di kanal YouTube "ArisVenture" dengan lebih dari seribu tayangan dan ratusan komentar dari penonton Indonesia.
Aris menikmati kolak Vietnam, salah satu hidangan favoritnya (Foto: FB Aris Setiawan) |
Perasaan tersebut memotivasi Aris untuk menetap dan memulai perjalanan barunya di Hanoi. Awalnya, ia mengajar bahasa Inggris, lalu bekerja di sebuah restoran Indonesia di Hanoi. Beruntung, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan wisata yang berkantor di Hanoi. Kisah ini berawal dari percakapan tak sengaja, namun membuka satu perjalanan panjang keterikatan Aris dengan Vienam. Sejak tahun 2017 hingga sekarang, Aris terlibat dalam promosi Vietnam di pasar Indonesia. Saat ini, sebagai Direktur Marketing yang mengurusi pasar Indonesia, Aris turut memperkenalkan citra Vietnam sebagai negeri yang ramah, menarik, dan aman bagi wisatawan negeri ribuan pulau:
Aris dan para mitra dalam satu lokakarya tentang pariwisata (Foto: FB Aris Setiawan) |
Video-videonya tidak mencolok, hanya menampilkan sudut-sudut pandang yang sederhana dan realitis, tetapi telah menarik perhatian komunitas Indonesia maupun masyarakat Vietnam. Pemirsa meninggalkan komentar ucapan terima kasih, bahkan mengirimkan pesan untuk menanyakan lebih lanjut tentang tempat makan, tempat menginap, dan mobilitas. Beberapa Pemirsa mengakui bahwa kanal tersebut membantu mereka merasa lebih tenang saat merencanakan wisata ke Vietnam, terutama bagi wisatawan Muslim:
- Mayoritas orang Indonesia beragama Islam, jadi ketika ingin berwisata ke Vietnam, kami sebagai wisatawan Muslim harus mencari informasi dengan sangat teliti, baik melalui teman-teman maupun pencarian di media sosial. Secara kebetulan, saya menemukan kanal YouTube Arisventure. Pemilik kanal tersebut memberikan banyak saran yang sangat bermanfaat, seperti makanan mana yang halal dan mana yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh.
- Saya seorang pemandu wisata. Saya melihat kanal ArisVenture ketika saya belajar bahasa Indonesia di internet. Melalui videonya, selain belajar bahasa, saya juga mendapatkan perspektif yang berbeda tentang Vietnam dari sudut pandang orang asing seperti Aris. Kanal ini memang tidak memiliki begitu banyak pengikut, tetapi saya merasa sangat menarik dan bermanfaat. Aris tampaknya sangat memahami kehidupan dan rakyat Vietnam.
Aris mengunjungi Teluk Halong - destinasi wisata terkenal di Vietnam (Foto: FB Aris Setiawan) |
Pada pagi hari, di sebuah gang kecil di Hanoi, Aris berhenti di depan sebuah kios sayur. Ia memilih sayur sambil mengobrol dalam bahasa Vietnam yang masih belum fasih. Si penjual tersenyum cerah, menanggapinya dengan keramahan seorang kenalan lama. Suara hiruk pikuk pasar, teriakan jalanan, deru sepeda motor bercampur dengan senyum ramah warga terekam oleh kamera pribadi pria asing itu menjadi materi kanal Youtube miliknya, sekaligus mengabadikan hari-hari yang penuh memori di Vietnam.








