Ibu dosen Linh Chi. Foto: VOV |
Perjalanan Linh Chi selama 11 tahun bersama dengan bahasa Vietnam tidak dimulai dengan teori-teori yang kaku, tetapi dengan keramahan masyarakat dan daya tarik kisah-kisah kuno. Dari halaman-halaman buku, Linh Chi telah datang ke Vietnam untuk benar-benar "menyentuh" budayanya. Dia terpesona oleh keindahan kepercayaan pemujaan Dewi Ibu dan kekayaan kehidupan spiritual Vietnam. Namun, bukan hanya kuil atau situs peninggalan sejarah-budaya kuno, Linh Chi juga mencintai hal-hal yang sederhana, seperti secangkir teh hijau yang kental atau warung kopi di pinggir jalan yang dipenuhi tawa.
"Di Vietnam, Anda dapat menemukan banyak warung kopi. Orang-orang duduk di kursi plastik kecil, mengobrol dari pagi hingga malam. Itu bukan sekadar pergi minum kopi, tetapi juga menjadi budaya bercengkerama, tempat orang-orang berkumpul untuk berinteraksi.”
Dengan kecintaan terhadap bahasa Vietnam yang berakar dari kehidupan sehari-hari yang sederhana, Ibu dosen Linh Chi membawa aspek budaya ini ke dalam kelas, menjadikan setiap sesi pembelajaran lebih hidup. Peeranut Jenjirawong, seorang mahasiswanya, berbagi:
"Saya pikir kecintaan Bu Chari terhadap bahasa dan budaya Vietnam pasti sangat memengaruhi cara ajar dia. Jika tidak mencintai bahasa dan negeri Vietnam, mana mungkin ia bisa menyampaikan pelajaran yang begitu menarik dan mudah dipahami”.
Linh Chi dan para siswanya. Foto: VOV |
Agar bahasa Vietnam tidak hanya berhenti pada halaman buku, Linh Chi bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Vietnam di Thailand (VSAT) untuk melaksanakan sebuah proyek khusus yang bernama: "Ayo Jalan-jalan". Linh Chi mengatakan:
"Saya ingin menghubungkan orang Thailand yang belajar bahasa Vietnam dan orang Vietnam yang belajar bahasa Thailand di sini, agar mereka bisa berkumpul, dalam kelompok kecil, untuk berbicara, bertukar budaya dan bahasa Vietnam".
Linh Chi di kelas. Foto: VOV |
Di tengah taman hijau yang sejuk di Universitas Chulalongkorn, hambatan bahasa seolah sirna saat anak-anak muda menggelar tikar, menulis kartu ucapan, dan berbagi tentang tren terbaru dari kalangan muda kedua negara. Thananop Pathomwan (Junior), seorang mahasiswa tahun ketiga di Universitas Chulalongkorn, berbagi:
"Saya sangat menyukai budaya dan bahasa Vietnam karena bahasa Vietnam sangat menarik. Bu Chari sering membagikan video dan tren baru dari Vietnam. Hal ini membantu saya memahami bahasa Vietnam dan apa yang dipikirkan oleh anak muda Vietnam."
Proyek-proyek seperti "Ayo Jalan-jalan" dan video-video YouTube karya Bu dosen Linh Chi berkontribusi pada persiapan untuk sebuah tonggak besar yakni 50 tahun hubungan diplomatik antara Vietnam dan Thailand pada tahun 2026. Bagi Linh Chi, pendidikan bukan hanya mengajarkan huruf, tetapi juga mengajarkan cara untuk memahami dan mencintai budaya lain seperti tanah air sendiri.








