Ibu Phuong dan kelas lintas batas. Foto yang disediakan tokoh. |
“Setelah menerima Penghargaan Putri Thailand, saya telah terhubung dengan banyak penerima penghargaan lain yang merupakan guru dan pengelola pendidikan di negara-negara Asia Tenggara. Kami telah melaksanakan berbagai proyek, seperti Proyek pencegahan dan pemberantasan kekerasan di dunia maya, dan Proyek I'm Muong. Melalui semua proyek ini, saya bisa membawa para pelajar saya ke dunia luar dan mendekatkan dunia kepada mereka dengan berbagai cara yang berbeda”.
Sebelum menerima penghargaan PMCA, Ibu guru Ha Anh Phuong telah dikenal sebagai seorang guru yang sepenuh hati dan selalu menjadi pelopor dalam pembaruan metode pengajaran bahasa Inggris di sebuah sekolah di daerah pegunungan. Pada tahun 2016, setelah lulus dari jurusan Bahasa Inggris, Ibu Ha Anh Phuong telah memilih untuk kembali ke kampung halamannya di Provinsi Phu Tho, bekerja di SMA Huong Can - sebuah sekolah dengan lebih dari 80% pelajarnya yang adalah warga etnis minoritas. Memahami kesulitan yang dihadapi para pelajar, terutama dalam belajar bahasa Inggris, Ibu Phuong telah berjuang untuk menemukan solusi-solusi terobosan:
“Saya berupaya menemukan solusi dan metode pengajaran yang berfokus pada dua faktor utama: motivasi internal dan lingkungan belajar bahasa asing. Para siswa belajar bahasa Inggris bukan hanya untuk lulus ujian tetapi untuk mengembangkan diri. Saya menggunakan pendekatan seperti mengajar bahasa Inggris melalui film dan musik, untuk menginspirasi mereka”.
Dalam menciptakan lingkungan praktik bahasa asing, Ibu Phuong memanfaatkan keanggotaannya dalam komunitas guru kreatif Microsoft, untuk menghubungkan para pelajarnya dengan berbagai negara di dunia melalui pola kelas lintas batas. Dengan pola ini, para pelajar di Huong Can telah terhubung dengan teman-teman dari seluruh dunia, membuka ruang belajar bahasa asing yang luas.
-Kelasnya sangat menarik dan bermanfaat. Kami dapat berinteraksi dengan teman-teman asing dalam bahasa Inggris. Kami juga memperkenalkan Nyanyian rakyat Xoan dari Provinsi Phu Tho kepada mereka. Melalui aplikasi modern, kami senang belajar lebih banyak; kemampuan mendengar, berbicara, dan berkomunikasi dengan orang asing juga meningkat.
-Mata pelajaran Bahasa Inggris biasanya membosankan. Tetapi dengan pendekatan baru, kami lebih senang di kelas dan lebih tertarik belajar, lebih mudah menambah pengetahuan dan mengembangkan keterampilan lunak.
Selain itu, Ibu Phuong juga melaksanakan banyak proyek bermakna, yang membantu para pelajar tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa asing saja, tetapi juga mengembangkan diri secara menyeluruh, terutama watak-watak warga global dalam konteks dunia yang penuh gejolak. Salah satu proyek yang menonjol adalah "Katakan tidak pada sedotan plastik", yang menghubungkan lebih dari 50 negara di dunia melalui pola kelas lintas batas, meningkatkan kesadaran akan perlindungan lingkungan. Dan dalam perjalanan menciptakan warga global, Ibu Phuong dan para pelajarnya juga tidak lupa melestarikan identitas budaya bangsa. Proyek "I’m Muong" adalah buktinya. Ibu Ha Anh Phuong berbagi:
“Transformasi digital turut memudahkan koneksi ke dunia luar, tetapi pertukaran budaya internasional akan mempengaruhi pelestarian budaya etnis Muong dari para pelajar. Itulah sebabnya saya dan para pelajar bersama-sama melaksanakan proyek bernama I'm Muong. Kami melakukan banyak kegiatan, seperti: membuka kelas daring untuk mengajarkan bahasa Muong, mempromosikannya melalui kanal spotify dalam bahasa Inggris dan bahasa Vietnam bagi pelajar asing dan Vietnam”.
Perjalanan pendidikan yang dilalui Ibu guru Ha Anh Phuong merupakan bukti nyata bagi semangat inovasi dan kreativitas dalam pendidikan - di mana pelajar tidak hanya pandai dalam pengetahuan, tetapi juga matang dalam pola pikir, kepribadian, dan kapabilitas integrasi. Dari kelas-kelas kecil di daerah pegunungan Phu Tho, dapat melahirkan warga digital dan warga global yang sedang mendewasa sehari-hari, siap ke dunia luar dengan bawaan pengetahuan, kebudayaan dan rasa manusiawi./.








