logo

Indikasi-Indikasi Positif untuk Menuju ke Penghentian Konflik Rusia-Ukraina

2025/8/22 | 10:52:39
(VOVWORLD) - Serangkaian indikasi positif untuk menuju ke penghentian konlik Rusia-Ukraina telah timbul dalam beberapa hari ini, setelah pertemuan-pertemuan puncak antara Amerika Serikat (AS)-Rusia, AS-Ukraina dan Eropa, dan lain-lain ketika para pihak sedang melakukan langkah-langkah diplomatik dan keamanan penting.

Pada tanggal 15 Agustus, Presiden AS, Donald Trump melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska. Pada tanggal 18 Agustus, Donald Trump menerima Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky beserta sejumlah pemimpin Eropa di Gedung Putih. Langkah-langkah diplomatik tingkat tinggi secara terus-menerus sedang membuka harapan untuk mencapai solusi yang jangka panjang bagi konflik Rusia-Ukraina.

Komitmen bagi Ukraina dan Eropa

Dalam pertemuan pada tanggal 18 Agustus di Gedung Putih antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky beserta banyak pemimpin Eropa lainnya, yaitu: Kanselir Jerman, Friedrich Merz; Presiden Prancis, Emmanuel Macron; Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer; Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni; Presidne Finlandia, Alexander Stubb; Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte; Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, para pihak telah mencapai beberapa kesepakatan penting yang menjadi titik balik bagi konflik Rusia-Ukraina. Konkretnya, pemerintah AS sepakat secara prinsip bahwa akan bersama dengan negara-negara Eropa membuat mekanisme penjamian keamanan yang baru bagi Ukraina, seperti yang tercantum dalam Pasal 5 tentang pertahanan kolektif dari NATO, meskipun Donald Trump telah menyingkirkan skenario Ukraina bergabung dengan NATO.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Alaska pada tanggal 15 Agustus. (Foto: Reuters)

Sekjen NATO, Mark Rutte beranggapan bahwa persetujuan AS untuk bersama dengan Eropa ikut menjamin keamanan “merupakan terobosan nyata” bagi Ukraina, sedangkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menilai bahwa pertemuan pada tanggal 18 Agutus mungkin menjadi satu “langkah kemajuan bersejarah” bagi keamanan Ukraina dan Eropa. Komitmen ini juga menandai perubahan penting dalam pandangan AS terhadap Eropa, karena selama beberapa bulan ini, Donald Trump selalu menolak kemungkinan AS mengintervensikan masa depan keamanan Ukraina pascakonflik karena beranggapan bahwa “ini adalah urusan Eropa”.

Ketika berbagi pandangan ini, Ibu Heather Grabbe, pakar Institut Penelitian Brugel yang berkantor di Brussels, Belgia, beranggapan bahwa komitmen keamanan dari AS mungkin menjadi salah satu faktor kunci untuk mendorong pembangunan solusi yang berjangka panjang bagi masalah Ukraina.

 “Akan ada banyak diskusi terinci yang harus dilakukan, tetapi ide tentang Ukraina yang bisa menikmati manfaat dari penjaminan-penjaminan keamanan sepertinya di negara-negara anggota NATO akan merupakan satu kemajuan besar jika dilaksanakan”.

Gedung Putih, pada tanggal 19 Agustus menegaskan bahwa Presiden Donald Trump telah mengarahkan koordinasi dengan Eropa untuk membantu mengkoordinasikan mekanisme-mekanisme keamanan bagi Ukraina pascakonflik. Presiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa pasukan AS tidak akan berada di Ukraina, tetapi Washington pasti akan membantu aktivitas-aktivitas koordinasi dan bisa memasok peralatan-peralatan penjaminan kemananan lainnya kepada para sekutunya di Eropa.

Konferensi Tingkat Tinggi Bilateral dan Trilateral

Bersamaan dengan komitmen keamanan bagi Ukraina, para pihak juga sedang berupaya menciptakan kerangka yang kondusif untuk mengadakan konferensi-konferensi tingkat tinggi (KTT) biltaeral, trilateral antara Rusia dan Ukraina, dengan kehadiran AS dan negara-negara Eropa. Presiden AS, Donald Trump pada tanggal 19 Agustus menegaskan bahwa dia telah mendapat persetujuan Presiden Rusia, Vladimir Putin tentang penyelenggaraan pertemuan antara Presiden Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada pekan-pekan mendatang. Jika berlangsung, ini akan merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara pemimpin Rusia dan Ukraina sejak meledaknya konflik pada bulan Februari 2022. Pertemuan itu mungkin dilanjutkan dengan satu KTT trilateral dengan kehadiran Presiden Donald Trump. Guna menjamin skenario ini digelar secara kondusif, Wakil Presiden AS, J.D Vance, Menlu Rubio dan Utusan Khusus Witkoff akan terus berkoordinasi erat dengan Rusia dan Ukraina.

Pakar Moritz Weiss, Kepala Departemen Hubungan Internasional di Universitas Ludwig-Maximilians, Munich, Jerman. (Sumber: Reuters)

Di pihak Rusia, setelah pertemuan puncak AS-Rusia di Alaska, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa dia tidak memprotes ide untuk mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Ukraina, tetapi menekankan bahwa satu pertemuan seperti itu harus memenuhi semua persyaratan. Pesan ini juga diulangi lagi oleh Menlu Rusia, Sergei Lavrov pada tanggal 19 Agustus, ketika ada informasi yang menganggap bahwa pertemuan puncak Rusia-Ukraina akan segera berlangsung.  

“Kami tidak menolak segala bentuk kerja sama baik bilateral maupun trilateral. Masalah utama ialah dengan bentuk apa pun, 1+1, 1+2 atau multilateral, juga bukan untuk dimuat di media, medsos atau untuk sosialisasi. Semua perlu dilakukan selangkah demi selangkah, mulai dari tingkat pakar dan mengalami semua langkah yang perlu untuk menuju satu pertemuan puncak. Itulah cara pendekatan dari kami”.

Menurut kalangan pengamat, meskipun kesempatan untuk mengadakan KTT Rusia-Ukraina atau pertemuan-pertemuan tingkat tinggi trilateral (bersama dengan AS) atau berbagai pihak (dengan negara-negara Eropa) pada pekan-pekan mendatang adalah cukup tinggi, tetapi fakta bahwa negara-negara Eropa yang terlalu fokus pada segi-segi penjaminan keamanan bagi Ukraina pada saat ini bisa menghalanginya. Dalam beberapa pernyataan terkini, pihak Rusia menegaskan kembali bahwa negara ini tidak menerima skenario apa pun dengan kehadiran militer langsung dari negara-negara NATO di wilayah Ukraina, bersamaan dengan itu menekankan bahwa semua penjaminan keamanan bagi Ukraina juga harus mempertimbangkan kepentingan keamanan jangka panjang dan strategis bagi Ruisa.

TAG
VOV/VOVworld/konflik Rusia-Ukraina/NATO/langkah diplomatik/Donald Trump

Yang lain