
Karinding adalah satu jenis instrumen musik tradisional yang dimiliki suku bangsa Sunda, Jawa Brat. Karinding dibuat dari bambu yang tipisnya 0,5 cm, lebarnya 1 cm dan panjangnya dari 10 sampai 18 cm. Karinding terdiri dari 3 bagian: Bagian pertama panjangnya kira-kira 7-8 cm digunakan sebagai pegangan; Bagian ke-2 panjangnya kira-kira 3-4 cm didekatkan pada mulut pemain untuk ditiup dan terpisah dan dilekatkan pada seruling di bagian tangkai; Bagian terakhir panjangnya kira-kira 5-6 cm. Diantara bagian-bagian dan bagian terakhir dari instrumen ini dibuat dengan tebalnya 1 cm dan pemain bisa memukul bagian akhir Karinding untuk menciptakan getaran dan menciptakan suara-suara yang berbeda-beda. Saudara Kangman, kepala tim musik “Karinding Attack” di Bandung memberitahukan bahwa salah satu diantara hobi-hobinya ialah mengoleksi bermacam-macam jenis instrumen musik seperti Karinding dan dia telah datang ke banyak daerah dan di seluruh negeri, bahkan di negara-negara lainnya untuk mengusahakan berbagai jenis instrumen musik yang sama. Dia mengatakan: "Sebetulnya termasuk yushab. Misalnya ini dari Aceh ada, kalau yang ini dari Vietnam, yang namanya “Moi”. Serupa tapi tidak sama. Rata-rata kalau yang di luar Indonesia seperti di Thailand, Tibet, biasanya dibuat dari logam".

Untuk memasukkan jenis instrumen musik tradisional ke dalam kehidupan, sekarang, Indonesia telah membentuk beberapa tim musik yang beranggotakan 5 orang, diantaranya ada 3 orang yang memainkan Karinding dan 2 orang yang memainkan instrumen pukul dan tabung tiup. Selain, tim-tim musik seperti “Karinding Attack”, “Karinding Celempung”jugamengkombinasikan berbagai jenis musik untuk menghidupkan acara-acara pertunjukan atau membuka kursus-kursus pengajaran Karinding di sekolah umum dan sekolah tinggi./.








