ruang budaya "Sa Pa – Konvergensi Intisari (foto: VOV) |
Tepat di samping Gereja Batu Sa Pa kuno, muncul sebuah ruang yang ditutupi lumut dengan rumah-rumah kayu bernoda asap yang terbuat dari kayu Pơ Mu, tersembunyi dalam kabut. Ini adalah titik pertemuan harian bagi wisatawan dari seluruh dunia dan para pengrajin dari Koperasi Budaya Koneksi Komunitas.
Saat suara penumbukan berhenti, perajin Mong Giàng A Sài menyeka keringatnya dan tersenyum cerah. Bagi Giàng A Sài, rumah kayu adalah tempat ia menceritakan kisah leluhurnya kepada dunia.
“Seluruh ruang di sini didekorasi persis seperti rumah etnis Hmong. Misalnya, ada aktivitas menumbuk kue beras, area dapur utama, dapur samping, altar, alat musik, hingga pakaian tradisional… Saya ingin berpesan kepada masyarakat etnis Hmong agar mereka melestarikan budaya kita agar dapat terus menginspirasi wisatawan; itulah harapan terbesar saya.”
Beberapa langkah dari sana, di tengah aroma harum tanaman khas etnis Dao Merah, Ly Man May dengan teliti menyusun buku-buku kuno yang ditulis dalam aksara Dao Nôm. Ia percaya bahwa konvergensi adalah kekuatan utama untuk melangkah lebih jauh.
“Dahulu saya melestarikan budaya etnis ini sendirian, namun saya merasa tidak bisa melangkah jauh atau bertahan lama sendirian. Sejak dengan Koperasi, saya ingin terhubung dengan lebih banyak komunitas agar memiliki kesempatan untuk membawa budaya etnis saya dikenal lebih luas lagi.”
Pertunjukkan menumbuk kue beras dalam ruang budaya Sapa (foto: VOV) |
Lebih dari sekadar demonstrasi budaya, inisiatif ini adalah model kemitraan publik-swasta (PPP) yang terstruktur dengan baik. Koperasi ini telah merangkul 32 anggota dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 150 pekerja lokal, mengubah kearifan lokal menjadi produk pariwisata yang bernilai tinggi. Hoang Thi Vuong, Ketua Dewan Direksi Koperasi Budaya Koneksi Komunitas, menyampaikan:
“Aspirasi terbesar kami adalah membangun rumah bersama bagi masyarakat etnis minoritas di Kawasan Wisata Nasional Sa Pa. Melalui inisiatif ini, kami bertujuan untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat. Karena ketika nilai-nilai budaya dimanfaatkan untuk melayani wisatawan, hal itu akan menciptakan produk dan mendatangkan nilai ekonomi. Ini juga merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan visi provinsi, mengubah warisan menjadi aset dan nilai-nilai budaya menjadi komoditas.”
Ly Man May menjelaskan aksara Dao Nôm (Foto: VOV) |
Di Koperasi Budaya Koneksi Komunitas, pengunjung tidak hanya dapat mengamati tetapi juga secara langsung "menyentuh" warisan budaya: mulai dari proses pembuatan dupa khas masyarakat Giay, tenun brokat masyarakat Tay hingga pembuatan manik-manik oleh masyarakat Xa Pho. Tempt ini juga menjadi tempat persinggahan yang menghubungkan wisatawan dengan desa-desa terpencil di pegunungan Hoang Lien Son yang megah.
"Ini bukan sekadar sesuatu yang baru, tetapi ada perasaan yang sangat sulit untuk digambarkan, saat melihat rekreasi budaya di ruang yang dinamis dan kaya budaya ini. Mulai dari pakaian adat hingga kegiatan pelestarian budaya etnis, semuanya lebih sistematis."
“Kami merasa sangat beruntung bisa mampir melihat keramaian. Di sini, kami menemukan banyak ciri budaya yang unik, layanan wisata yang sangat baik, penduduk lokal yang sangat ramah, makanan lezat, dan harga yang terjangkau”
Wisatawan melihat proses menenun dari etnis Mong (Foto: VOV) |
“Sa Pa – Konvergensi Intisari” kini tidak hanya melestarikan warisan tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi daerah setempat, berkontribusi pada kemajuan Sa Pa yang stabil menuju tujuan menyambut 12,2 juta wisatawan pada tahun 2030.








