Kelas mengajar bahasa Thai di Desa Chau Co, Kecamatan Chieng Coi, Provinsi Son La (Foto: baosonla.org.vn) |
Dahulu, pemuda etnis Thai menggunakan nyanyian untuk menunjukkan bakat di hadapan para gadis. Lirik-lirik lagu tersebut menjadi tali pengikat yang menyatukan banyak pasangan menjadi suami istri. Saat mendengar suara nyanyian yang memohon untuk naik ke panggung “han khuong” (area bermain khusus untuk pria dan wanita lajang), gadis pemilik panggung akan membalas nyanyian tersebut hingga ia merasa kagum pada bakat improvisasi sang pemuda. Setelah itu, barulah ia membuka pintu dan menurunkan tangga untuk mengundang temannya naik ke panggung. Itu adalah kisah masa lalu, sedangkan sekarang tidak banyak pemuda yang pandai bernyanyi bersahutan, dan panggung han khuong pun mulai jarang terlihat dalam kehidupan masyarakat etnis Thai. Saudara Lo Van Binh, warga etnis Thai mengatakan:
“Saat masih muda, saya juga sering bernyanyi, tetapi sudah lama sekali saya tidak melakukannya, sehingga sekarang sudah lupa dan hanya sesekali bisa menyanyikan beberapa bait saja. Sejak zaman dahulu, kakek nenek kami, baik pria maupun wanita, setiap malam selalu naik ke panggung seperti ini. Ada pasangan yang merasa cocok dan akhirnya bersatu menjadi pasangan hidup di panggung ini, yang dalam bahasa Thai disebut han khuong. Han khuong pada dasarnya adalah tempat bermain bagi suami, istri, serta pemuda dan pemudi.”
Untuk memulihkan kekhasan budaya etnis Thai yang telah memudar, tiga tahun lalu (tahun 2023), para anggota Klub Budaya Thai Desa Chau Co mempelajari dan meneliti cara membuat panggung han khuong agar sesuai dengan model asli peninggalan leluhur. Warga mencari bahan baku berupa bambu dan buluh, lalu mendirikan panggung han khuong untuk dijadikan ruang kegiatan bersama di desa. Didorong oleh kecintaan terhadap budaya tradisional etnisnya, pada tahun 2020, masyarakat Thai di Desa Chau Co bersama-sama mendirikan Klub Budaya Thai untuk menjaga dan mengembangkan tradisi leluhur. Hoang Thi Chau, Wakil Ketua Klub, mengatakan:
“Sejak didirikan hingga saat ini, klub terus menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menjaga adat istiadat etnis Thai kita. Setiap hari dan setiap minggu kami selalu mengadakan kegiatan. Ada minggu di mana kami mengajarkan nyanyian Thai, ada minggu untuk belajar, ada pula minggu untuk mengajarkan tarian, nyanyian, serta berbagai kegiatan seni budaya dan adat istiadat etnis kita. Tarian dan nyanyian yang diajarkan mencakup kesenian Thai kuno maupun masa kini. Pada awalnya, kami mencari dan belajar dari para tetua terdahulu, belajar dari mereka tentang bagaimana seharusnya hal ini dilakukan. Para tetua membimbing kelompok ini, lalu kelompok ini kembali membimbing generasi muda.”
Kelus budaya etnis Thai di Desa Chau Co, Kecamatan Chieng Coi, Provinsi Son La (Foto: baosonla.vn) |
Berbagai jenis alat musik masyarakat Thai saat ini sedang dipamerkan di rumah pameran Desa Chau Co. Di tempat ini juga menyimpan berbagai artefak yang berkaitan dengan kehidupan agraris masyarakat Thai. Mulai dari alat penangkap ikan hingga alat tenun, pakaian tradisional, peti, koper kayu, serta peralatan sehari-hari. Ibu Lo Thi Thanh, Ketua Klub Budaya Thai Desa Chau Co, mengatakan:
“Klub ini memiliki banyak sekali kegiatan. Di bidang kesenian, kami rutin berlatih mempersiapkan berbagai pertunjukan untuk mendukung agenda resmi desa serta untuk kegiatan pertukaran budaya dengan desa dan kelurahan tetangga. Di bidang olahraga, kami membentuk tim-tim kebugaran fisik. Secara khusus, klub juga rutin menyelenggarakan kelas aksara Thai bagi para anggota klub yang belum bisa membaca dan menulis. Bisa berpartisipasi dalam kegiatan klub membuat kami merasa sangat antusias.”
Tidak hanya terbatas di lingkungan desa, budaya Thai juga diperkenalkan kepada masyarakat luas di kawasan pejalan kaki sebanyak dua kali dalam sebulan. Di sana, warga mendirikan panggung han khuong dan mengadakan berbagai kegiatan hiburan, interaksi budaya, serta mempromosikan karakteristik unik di Chau Co. Ibu Lo Thi Cuong, Wakil Ketua Klub Budaya Thai Desa Chau Co, menuturkan:
“Kami menyelenggarakan banyak kegiatan pertukaran budaya, kesenian, dan permainan tradisional etnis Thai. Ruang ini berhasil menarik banyak klub dari berbagai desa, kelurahan, dan provinsi tetangga untuk datang berinteraksi dan belajar, serta menarik banyak wisatawan untuk datang dan membaur dalam lingkaran tari Xoe, tari Sap, tari Chieng, dan ikut bermain permainan tradisional.”
Permainan rakyat etnis Thai (foto: Baosonla.vn) |
Berbagai tradisi budaya yang hampir punah kini dihidupkan kembali, dilestarikan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Thai di Desa Chau Co. Berkat kecintaan terhadap budaya tradisional etnisnya, para anggota Klub Budaya Thai Desa Chau Co telah berupaya keras dengan berbagai cara untuk melestarikan warisan leluhur, agar generasi muda dapat lebih memahami identitas etnis Thai./.








