logo

Membangkitkan Warisan Budaya Kerajaan Cham di Provinsi Lam Dong

2026/3/4 | 04:00:00
(VOVWORLD) -Warisan Kerajaan Cham di Desa Tinh My, Kecamatan Hong Thai, Provinsi Lam Dong, Vietnam Selatan, menyimpan  sejumlah artefak asli dan unik yang berkaitan dengan Raja Pô Klong Mơ Nai (bergelar Islam Maha Taha, yang memerintah Panduranga dari tahun 1622 hingga 1627). Ini merupakan satu-satunya koleksi terlengkap yang masih tersisa, dan telah dilestarikan selama lebih dari 400 tahun oleh keturunan keluarga tersebut.
Alat rambut permaisuri (Foto: VOV)
Saat ini, Pemerintah Provinsi Lam Dong tengah berinvestasi dan menyempurnakan ruang pameran serta melestarikan seluruh artefak  tersebut untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dari warisan ini.

Terletak di tepian sebelah  kanan Sungai Luỹ, sekitar 300m dari Jalan Raya Nasional 1, museum terbuka yang memamerkan koleksi warisan budaya Kerajaan Cham di Desa Tinh My, Kecamatan Hong Thai, Provinsi Lam Dong, menarik banyak kelompok wisatawan. Tempat ini memamerkan lebih dari 100 artefak asli, yang  kaya akan nilai sejarah dan budaya masyarakat etnis Cham. Lu Quoc Thien, keturunan keluarga kerajaan Cham, mengatakan:

“Koleksi warisan budaya keluarga kerajaan Cham diidentifikasi berasal dari abad ke-17. Kami telah membaginya menjadi 8 bagian pameran, yang paling istimewa adalah Bagian 1, yang menampilkan mahkota emas Raja Po Klong Mo Nai dan permaisurinya, yang sering digunakan dalam upacara.”

Selain itu, koleksi warisan budaya keluarga kerajaan Cham juga mencakup ruang pameran senjata; alat musik; artefak keagamaan; kain brokat dan kain yang berasal luar negeri; keramik; kertas dan kayu. Setiap koleksi memiliki bahan, keahlian, dan fungsi tersendiri sehingga menciptakan mahakarya seni, sekaligus mencerminkan estetika keluarga kerajaan Cham kuno. Saat ini, koleksi tersebut dilestarikan oleh keluarga Nguyen Thi Them, keturunan keluarga kerajaan Cham. Lu Quoc Thien menambahkan:

Kostum raja, pangeran, permaisuri, putri, dan anak perempuan Raja Po Klong Mo Nai menunjukkan pertukaran budaya antara masyarakat etnis Cham dan kelompok etnis lainnya. Selain itu, dekrit kerajaan Raja Minh Mang (1791-1841) dan Raja Thieu Tri (1807-1847) dan raja-raja lainnya mengakui kontribusi Raja Po Klong Mo Nai dalam mengembangkan kehidupan masyarakat.”

Selama dua tahun (2023-2024), Museum Provinsi Lam Dong (dahulu Museum Binh Thuan) akan bekerja sama dengan keluarga untuk melakukan survei, investigasi, pengumpulan informasi, dan inventarisasi katalog artefak dan barang antik. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan model "Gudang Terbuka untuk Koleksi Warisan Budaya Kerajaan Cham"; dan memasang lemari pajangan untuk kelestarian artefak. Pada Juli 2024, Museum meluncurkan model "Gudang Terbuka Koleksi Warisan Budaya Kerajaan Cham", yang terintegrasi dengan rencana perjalanan wisata warisan budaya Cham setempat. Saat mengunjungi ruang pameran, Nguyen Thi Tham, mantan Direktur Museum Wanita Selatan, Kota Ho Chi Minh, berbagi:

“ Dalam lingkungan keluarga, koleksi ini telah dilestarikan dari waktu ke waktu secara turun temurun…. Saya percaya ini adalah pencapaian luar biasa yang patut dihormati.”

Untuk membantu penduduk lokal dan wisatawan lebih memahami koleksi tersebut, Provinsi Lam Dong telah memasang pemindai kode QR yang berisi informasi lengkap mengenai koleksi tersebut. Lu Thai Tuyen, Wakil Direktur Museum Lam Dong, mengatakan:

“Mengenai artefak di “Koleksi Terbuka Artefak Keluarga Kerajaan Cham”, setelah membangun model untuk memajang artefak dan menghubungkannya untuk melayani pengunjung, keluarga keturunan kerajaan setuju untuk meminta museum berkoordinasi dengan Universitas Phan Thiet untuk mendigitalisasi 20 artefak representatif pada tahun 2026.”

Selama ini, berbagai badan dan instansi fungsional di Provinsi Lam Dong telah melaksanakan kegiatan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai koleksi tersebut. Vo Thanh Huy, Wakil Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Lam Dong, menyatakan:

“Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi ingin bekerja sama dengan pihak keluarga untuk membawa koleksi tersebut ke kuil Po Klong Mo Nai untuk diperkenalkan dan dipamerkan. Dinas kami akan merenovasi fasilitas dan membangun rumah pameran yang aman dan terjamin.. Jika kita bisa membawanya ke kuil Po Klong Mo Nai, kita dapat lebih baik melestarikan dan mempromosikan nilai-nilainya.”

Vo Thanh Huy, Wakil Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Lam Dong memeriksa benda di museum (Foto: VOV)

Pembangunan model budaya kerajaan Cham yang terkait dengan pariwisata warisan budaya telah berkontribusi pada pemulihan, pelestarian, dan pengembangan nilai-nilai budaya tradisional yang indah dari masyarakat etnis Cham, serta berkontribusi pada peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat.

TAG
VOV/VOVworld/Museum/Provinsi Lam Dong/Masyarakat Cham

Yang lain