Wartawan: Tahun 2023, kedua negara Vietnam - Indonesia memperingati sepuluh tahun hubungan kemitraan strategis. Bisakah Dubes dapat berbagi tentang kegiatan yang dilakukan Vietnam dan Indonesia untuk memperingati tonggak sejarah ini?
Wartawan: Indonesia akan memagang jabatan sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023 ini. Indonesia dan Vietnam sudah memberikan banyak sumbangsih yang praktis bagi perkembangan ASEAN. Upaya khusus apa yang telah dilakukan kedua negara untuk bersama-sama menangani kesulitan dan tantangan bersama ASEAN saat ini?
Saya rasa sebagai ketua ASEAN, Indonesia tentu akan meneruskan prestasi-prestasi yang sudah dicapai oleh ketuaketua ASEAN yang sebelumnya, termasuk Vietnam juga beberapa tahun yang lalu menjadi ketua ASEAN. Kita memiliki satu visi kita bersyukur di Asean itu para pemimpinnya saling dukung, siapapun yang jadi Ketua ASEAN akan didukung oleh anggota-anggota ASEAN yang lain. Kita tahu dunia saat ini tidak sedang dalam kondisi yang baik, terjadi peperangan di Eropa kemudian terjadi juga ketegangan di kawasan kita, di Laut Timur . ASEAN sebagai negara yang tinggal di sini selain menjaga hubungan baik antar sesama negara ASEAN di mana kita sudah berhasil, kita juga perlu menularkan prinsip hubungan baik dengan negara-negara di sekitar kita sehingga apa yang dicapai ASEAN ini juga bisa ditiru oleh negara-negara lain. Ini kelihatannya menunjukkan tren yang cukup positif dimana seperti tahun ini misalnya 3 pertemuan besar yang dihadiri oleh para pemimpin dunia dilakukan di negara-negara Asean, misalnya ASEAN Summit dilaksanakan di Kamboja , APEC dilaksanakan di Thailand dan kemudian G20 dilaksanakan di Indonesia . Dan menurut pengamatan saya, apa yang dilakukan ASEAN itu berkontribusi positif untuk mengurangi ketegangan di tingkat global. Indonesia ingin melanjutkan ini , ingin meneruskan agar kontribusi positif ASEAN tetap berlanjut, dan pada saat yang sama ASEAN juga semakin memperkuat kerjasama diantara negara ASEAN termasuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini terjadi di Asean salah satu negara ASEAN yaitu di Myanmar.
Wartawan: Bisakah Anda memberi tahu di masa depan, bidang kerja sama mana yang harus diprioritaskan Indonesia dan Vietnam untuk lebih memperkuat hubungan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia?
Kita memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, ini juga harus kita dorong karena pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak positif baik kepada ekonomi maupun kepada kedekatan kedua bangsa, jadi saya senang covid-19 sudah sangat sedikit kasusnya sehingga sekarang saya bisa lebih banyak melakukan engagement dan ketemu dengan berbagai pihak di Vietnam untuk semakin membuat banyak kegiatan di sini .
kedua negara memiliki bonus demografi, memiliki kelompok segmen usia muda yang besar, prospeknya sangat potensial, sangat tinggi sepanjang kedua negara memperhatikan isu-isu atau sektor-sektor yang bisa memanfaatkan tenaga tenaga muda dan kreatif ini untuk memperkuat lebih memperkuat lagi ekonomi kedua negara. Nah syaratnya kedua negara harus memperhatikan sektor pendidikan, baik pendidikan dasar menengah maupun pendidikan tinggi dan Universitas. Kemudian kedua negara harus memberikan perhatian kepada sains sehingga industri-industri ada di kedua negara ini merupakan industri unggulan hightech yang membuat kedua negara bisa bersaing dengan negara-negara lain.
Terima kasih Dubes!








