(VOVworld) - Presiden Singapura Toni Tan Keng Yam dan istri melakukan kunjungan kenegaraan di Vietnam dari tanggal 23 sampai tanggal 27 April, atas undangan Presiden Vietnam Truong Tan Sang. Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi dua pihak untuk membahas langkah-langkah kongkrit untuk membawa hubungan Vietnam-Singapura berkembang lebih kuat lagi pada waktu yang akan datang.
Juga pada tahun 2004, dua negara sepakat melaksanakan Gagasan konektivitas dua perekonomian guna mengaitkan semua proses produksi, perdagangan, investasi, konsumsi Vietnam dengan Singapura, menciptakan saling bantu, kombinasi antara dua perekonomian, menciptakan lingkungan kebijakan yang kondusif dan orientasi bagi badan usaha dua negara guna menggelarkan semua kerjasama. Gagasan ini dikongkritkan lebih lanjut lagi ketika dua negara resmi menandatangani Perjanjian Kerangka tentang Konektivitas Vietnam-Singapura yang isinya menyetujui enam bidang konektivitas yaitu keuangan, investasi, perdagangan-jasa, transportasi-perhubungan, perposan-telekomunikasi-teknologi informasi, pendidikan dan pelatihan. Menurut itu, semua sidang tingkat Menteri Perencanaan dan Investai diadakan secara periodik delapan bulan sekali dan secara bergilir di masing-masing negara untuk meninjau kembali penggelaran Perjanjian tersebut dan menentukan orientasi kerjasama selanjutnya. Hasil kerjasama yang erat ini ialah Singapura selalu dipertahankan sebagai mitra investasi, perdagangan utama dari Vietnam. Nilai perdagangan bilateral meningkat, pada tahun 2011 mencapai 8,7 miliar USD, meningkat lebih dari 2,5 miliar USD terbanding dengan tahun 2010. Investasi langsung Singapura di Vietnam meningkat terus-menerus. Terhitung sampai dengan bulan Maret tahun ini, Singapura mempunyai 1.008 proyek dengan total modal sebesar lebih dari 24 miliar USD yang berfokus pada bidang-bidang bisnis real estate, industri pengolahan, manufaktur dan pembangunan. Khususnya, Zona Industri Vietnam-Singapura (VSIP), satu simbol bagi efektivitas semua proyek investasi Singapura di Vietnam sedang beraktivitas di empat zona industri di provinsi Binh Duong, Bac Ninh dan Hai Phong dan dalam kunjungannya di Vietnam kali ini, Presiden Singapura Toni Tan Keng Yam juga menyaksikan upacara penyampaian surat izin kepada zona industri ke-5 di provinsi Quang Ngai, Vietnam Tengah. Para investor Singapura selalu menilai tinggi lingkungan bisnis di Vietnam, kestabilan politik dan kekuatan tentang ekonomi menjadi alasan bagi pilihan para investor Singapura. Lim Heng Kieng, Menteri Industri dan Perdagangan Singapura mengatakan: “Untuk pertama kalinya saya datang ke Vietnam pada tahun 1994 dan saban tahun, saya selalu datang ke Vietnam dua atau tiga kali. Perubahan di Vietnam dari tahun 1994 hingga sekarang sangat mengesankan. Badan-badan usaha Singapura melihat Vietnam memiliki potensi yang besar tidak hanya secara jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang dan ingin memberikan sumbangan positif pada proses perkembangan ekonomi Vietnam. Banyak perusahaan telah datang ke Vietnam untuk melakukan investasi dan telah mencapai hasil yang baik. Saya percaya bahwa kerjasama antara dua pihak akan semakin diperluas dan akan ada lagi banyak mitra dan patungan yang dibentuk antara badan usaha dua negara”.
Sekarang ini, Vietnam dan Singapura telah menandatangani 14 perjanjian dan MOU kerjasama di banyak bidang. Ini merupakan naskah-naskah yang penting bagi semua kementerian dan instansi dua negara untuk memperkuat kerjasama. Dalam kunjungan di Vietnam kali ini, Presiden Singapura Toni Tan Keng Yam dan para pemimpin Vietnam membahas banyak langkah untuk memperkuat hubungan di semua bidang, memperkuat koordinasi di semua forum regional dan internasional, terutama ialah kerjasama dalam ASEAN. Kunjungan ini akan turut memperkokoh dan membawa hubungan Vietnam-Singapura berkembang lebih lanjut lagi pada waktu yang akan datang./.








