(VOVworld) - Kaum wanita Vietnam menduduki satu peranan dan posisi penting dalam sejarah menegakkan dan mempertahankan Tanah Air. Memupuk kekuatan kaum wanita, mengembangkan kekuatan, meningkatkan pengetahuan dan memikirkan perkembangan mereka di semua segi merupakan tugas permanen dan penting untuk semua tingkat organisasi Federasi Wanita dalam semua periode revolusi, khususnya pada periode revolusi sekarang ini.

Di Vietnam, prosentase wanita dalam usia kerja menduduki kira-kira 50 persen jumlah penduduk di daerah pedesaan. Untuk menjamin kepentingan kaum wanita pada umumnya, khususnya wanita di daerah pedesaan dan wanita etnis minoritas, selama beberapa tahun ini, Federasi Wanita Vietnam telah membantu kira - kira 2 juta wanita miskin dapat meminjam modal untuk mengembangkan ekonomi keluarga, memperbaiki kehidupan. Saban tahun, ada lebih dari 3 juta kepala keluarga miskin yang mendapat pinjaman modal, pengetahuan dan kemampuan usaha ekonomi, kira-kira 40 persen diantaranya telah lepas dari kemiskinan. Untuk menciptakan syarat bagi kaum wanita untuk bisa berpartisipasi lebih banyak lagi pada aktivitas-aktivitas sosial, membantu wanita lepas dari kemiskinan, menggeliat mencapai kesejahteraan adalah masalah yang diutamakan Federasi Wanita Vietnam dalam masa bakti mendatang. Ketua Federasi Wanita Vietnam Ibu Nguyen Thi Thanh Hoa memberitahukan: Kami terus melakukan aktivitas -aktivitas seperti memberikan bantuan berupa dana dari bermacam-macam sumber, menurut orientasi proaktif menggerakkan kaum wanita menghemat sedikit-dikitnya 5 000 VND untuk membentuk Dana bagi kaum wanita di daerah pedesaan untuk meminjam-nya, pemerintah Vietnam memutuskan akan melakukan investasi sebanyak 100 miliar VND dan memanfaatkan sumber-sumber modal lain seperti semua organisasi internasional dan organisasi beraktivitas untuk meningkatkan pengetahuan dan teknik bagi kaum tani, khususnya membantu kaum wanita di daerah pedalaman, daerah pelosok dan daerah pemukiman rakyat etnis minoritas untuk mengembangkan ekonomi”.
Dalam dialog dengan Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Vietnam baru-baru ini di kota Hanoi, Menteri Tenaga Kerja, Prajurit Penyandang Cacad dan Sosial Vietnam, Ibu Pham Thi Hai Chuyen juga menegaskan: Dalam “Strategi nasional tentang kesetaraan gender untuk tahap 2011-2015”, Partai Komunis dan Negara Vietnam melaksanakan pendorongan kesetaraan gender dan pemberian hak kepada kaum wanita melalui melaksanakan semua kebijakan serta program yang bersangkutan dengan kesetaraan gender, menyempurnakan kerangka hukum dan memperkuat penyelipan gender dalam proses menyusun nakah peraturan perundangan. Oleh karena itu, masalah menjamin hak-hak mendekati kesetaraan gender di semua bidang untuk kaum wanita menjadi salah satu strategi yang penting. Menteri Pham Thi Hai Chuyen mengatakan bahwa “Vietnam telah mendapat pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai satu negara yang berhasil menghapuskan kesenjangan gender secara paling cepat di Asia Tenggara selama 20 tahun, prosentase wanita dalam Majelis Nasional mencapai 24,4 persen, menduduki posisi ke-2 diantara 8 negara ASEAN yang punya parlemen. Oleh karena itu, kita akan bersama-sama meningkatkan peranan kaum wanita di pedesaan dalam mengentas dari kelaparan, kemiskinan dan perkembangan. Mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menjamin perubahan tentang kesetaraan gender dalam proses melaksanakan kebijakan nasional tentang kesetaraan gender pada waktu yang akan datang”.








