Menyusul keberhasilan program “Musim Semi Kampung Halaman” pada tahun-tahun lalu, Komite Negara urusan Orang Vietnam di Luar Negeri dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berkoordinasi dengan semua badan fungsional menyelenggarakan program “Musim Semi Kampung Halaman 2012” dengan tema “Naga Suci berhimpun”. Ini merupakan kesempatan bagi para perantau Vietnam yang sedang tinggal dan bekerja di seluruh dunia untuk berkiblat ke kampung halaman, berpartisipasi pada program kesenian khusus dalam Hari Raya Tahun Baru tradisional Vietnam (atau Hari Raya Tet), sekaligus juga merupakan kesempatan bagi para orang Vietnam yang jauh dari tanah air untuk pulang kembali ke asal usul bangsa.

Program “Musim Semi Kampung Halaman” tahun ini menerima 1.000 perantau Vietnam yang mewakili komunitas orang Vietnam di kira-kira 103 negara dan teritorial di seluruh dunia. Ini merupakan pertemuan dengan jumlah perantau yang paling banyak selama ini. Ketika menghadiri program ini, para perantau Vietnam dapat berziarah kepada Mousolium Presiden Ho Chi Minh, menghadiri upacara membakar hio di depan Kuil Bersujud kepada Langit, benteng Kerajaan Thang Long, mengunjungi kompleks peninggalan Presiden Ho Chi Minh, Pagoda Satu Pilar dan menjalankan acara melepas ikan di kolam Paman Ho.
Selama waktu 5 tahun ini, program “Musim Semi Kampung Halaman” telah menjadi program tahunan yang diselenggarakan Komite Negara urusan orang Vietnam di Luar Negeri dari Kemlu Vietnam untuk menyambut kedatangan para perantau Vietnam di berbagai benua yang pulang kembali menikmati suasana musim Semi dan merayakan Hari Raya Tet tradisonal bangsa. Berpartisipasi pada program ini, para perantau Vietnam berkesempatan untuk mencaritahu lingkungan bisnis dan investasi di dalam dan luar negeri melalui pertukaran antar-perantau peserta program ini. Oleh karena itu, setiap kali Hari Raya Tet tiba saban tahun, Komite Nasional tentang orang Vietnam di Luar Negeri selalu menerima banyak perantau Vietnam yang mendaftarkan diri untuk menghadiri program Musim Semi Kampung Halaman.

Nguyen Hoang Hiep, seorang perantau yang sedang tinggal di Federasi Rusia mengatakan bahwa “Ketika kembali ke kampung halaman, saya dan semua orang lain merasa sangat gembira dan bersemangat. Pulang kembali ke kampung halaman berarti pulang ke negeri Ibu Pertiwi dan Negeri sendiri. Di negara lain, saya hanya bagaikan seorang tamu saja, sedangkan kalau pulang kembali ke kampung halaman berarti pulang ke rumah kita sendiri. Hal ini membuat saya lebih gembira”.

Walaupun tidak berada di Vietnam, tetapi semua ciri-ciri budaya tradisional Vietnam yang baik selama ini tetap dilestarikan dan diwarisi oleh para perantau Vietnam. Semua adat istiadat pada Hari Raya Tet seperti membakar hio menyembah nenek moyang, menyiapkan talam pancaragam buah-buahan, memberikan angpao awal tahun kepada anak-anak selalu dijaga dengan baik.
Nguyen Van Dat, seorang perantau Vietnam di Jerman mengatakan bahwa “Pada tahun lalu, kami merayakan Hari Raya Tet di Jerman bersama dengan tiga anak beserta cucu kami. Pada Hari Raya Tet, orang asing di sini masih bekerja seperti biasa, tetapi kami juga membungkus kue Trung, bersembahyang kepada nenek moyang. Kami juga mengajar cucu cara bagaimana bersembahyang”.

Komunitas orang Vietnam yang tinggal jauh dari tanah air justru merupakan jembatan penghubung untuk mengembangkan hubungan kerjasama persahabatan antara rakyat Vietnam dengan rakyat semua negara di dunia, serta menyosialisasikan kebudayaan Vietnam kepada sahabat-sahabat internasional. Partai Komunis dan Pemerintah Vietnam selalu menegaskan bahwa orang Vietnam di luar negeri adalah satu bagian yang tak terpisahkan dari komunitas bangsa-bangsa Vietnam. Setiap kali musim Semi tiba, walaupun sibuk dengan berbagai pekerjaan untuk mencari nafkah di negara setempat, tetapi banyak orang Vietnam di luar negeri masih berusaha mengatur pekerjaan mereka untuk bisa pulang kembali ke kampung halaman dan merayakan Hari Raya Tet bersama dengan keluarga, sahabat dan sanak keluarganya di dalam negeri dan untuk menghadiri program “Musim Semi Kampung Halaman”. Ini merupakan ciri kebudayaan tradisional dari orang Vietnam yang selalu dipupuk dan dilestarikan oleh para perantau Vietnam./.








