(VOVworld) – Musik, menyanyi dan menari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan spirituil rakyat etnis minoritas Cham. Pada pesta-pesta adat tradisional, pertunjukan menyanyi dan menari folklor dari rakyat etnis minoritas Cham tidak kurang perangkat instrumen musik, faktor yang menciptakan ciri sendiri dan kental dengan identitas kebudayaan etnisnya. Instrumen musik tradisional dari rakyat etnis minoritas Cham sangat beranekaragam, terdiri dari instrumen musik perkusi, tiup, petik dan gesek misalnya gendang Ghi Nang, genderang Paranung, instrumen musik tiup Saranai dan lain-lain.
Suara Paranung, instrumen musik Saranai dan gendang Ghi Nang selalu memikat hati pendengar. Akan tetapi, untuk bisa memainkan semua instrumen musik ini bukan hal yang mudah. Yaitu, tekniknya sulit dan menuntut harus melakukan banyak latihan. Orang-orang yan belajar memukul gendang dan memainkan instrumen musik tiup Saranai harus dilakukan di tempat yang jauh dari dukuh agar supaya ketika dimainkan, suaranya tidak bergema ke dukuh. Quang Dung memberitahukan: “Genderang Paranung, instrumen musik tiup Saranai tidak dimainkan di dalam dukuh. Ketika belajarnya harus dilakukan di huma yang jauh agar suaranya tidak berpengaruh terhadap tidurnya orang lansia. Kabarnya, jangan memainkannya di dalam dukuh, kalau tidak, hantu akan datang ke dukuh”.
Rakyat etnis minoritas Cham di provinsi Binh Thuan dan Ninh Thuan tidak hanya memperhatikan masalah memainkan instrumen musik tradisionalnya secara fasih, tapi juga tahu membuat gendang dan instrumen musik tiup. Untuk bisa membuat tiga instrumen musik tersebut, orang yang trampil juga memakan waktu selama sebulan. Di provinsi Ninh Thuan ada artisan Thien Sanh Them adalah orang yang tahu memainkan dan membuat instrumen-instrumen musik tersebut. Dia memberitahukan bahwa orang-orang seperti dia tidak banyak lagi, maka dia harus berfokus mewariskan apa-apa yang sedang dilakukan oleh para lansia kepada generasi anak, cucu: “Saya menerima tugas mendidik anak, cucu sampai ada hasilnya. Sekarang ini, artisan yang mampu membuat genderang dan instrumen musik tiup tidak banyak lagi dan semua sudah tua, oleh karena itu, saya mewariskan kepada anak, cucu”.








