(VOVworld) – Pertemuan puncak kuadralateral yang terdiri dari Rusia, Perancis, Jerman dan Ukraina untuk mengusahakan solusi bagi peperangan yang semakin menegangkan di Ukraina Timur, dimulai pada Rabu (11 Februari) dan tetap sedang berlangsung di Minsk, ibukota Belarus. Walaupun belum ada hasil terakhir, tapi kalangan analis menilai bahwa hasil yang dicapai mungkin tidak seperti yang dinanti-nantikan dan usaha untuk menemukan solusi guna mengatasi situasi bentrokan di Ukraina akan memakan banyak waktu lagi.

Satu masalah sulit yang lain yalah status untuk kawasan-kawasanyang memberontak. Permufakatan damai Minsk yang pernah ditandatangani pada September tahun 2014, diantaranya merangsang dialog nasional dan membentuk sistem desentralisasi. Tapi, pasukan separatis menolak rekomendasi ini dan kemudian menyelenggarakan pemilu Parlemen dan Presiden sendiri pada November 2014, sebelum meminta bergabung masuk pada Rusia.
Moskwa secara mendadak menolak solusi ini, akan tetapi tetap mempertahankan pandangan yalah menginginkan pasukan pemberontak di Ukraina “berkedudukan” di wilayah yang baru direbut kembali, sebagai pengganti kembali status kuo. Amerika Serikat menjelang Pertemuan Puncak kuadralateral telah menegaskan dukungan terhadap gagasan bersama dari Perancis dan Jerman, akan tetapi tidak sepenuh-nya percaya akan berhasil. Amerika Serikat menyangsikan bahwa permufakatan damai yang kalau akan dicapai akan tidak dipatuhi oleh Rusia secara sungguh-sungguh.
Sampai sekarang, masih belum ada indikasi yang menunjukkan solusi konsekuen manapun, walaupun untuk jangka pendek untuk bentrokan yang paling serius di Barat, sejak perang dingin sehingga mengakibatkan 5.300 orang tewas. Pertemuan Puncak empat fihak kali ini dianggap sebagai salah satu kesempatan terakhir, karena kalau tidak bisa mengusahakan satu permufakatan damai, maka skenario eskalasi bentrokan bersenjata adalah sepenuhnya bisa terjadi./.








