Ketika berbicara di Forum itu, Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Thanh Bien memberitahukan, nilai perdagangan bilateral untuk setiap tahap semuanya mencapai tarap pertumbuhan yang mengesankan. Hanya terhitung pada tahun 2011 saja, total nilai perdagangan Vietnam-Indonesia mencapai 4,6 miliar USD. Akan tetapi, angka ini belum sepadan dengan potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan antara dua negara. Untuk bisa mencapai target membawa nilai perdagangan bilateral mencapai 5 miliar USD pada tahun 2015, dua negara perlu berupaya menciptakan syarat yang lebih kondusif lagi kepada badan-badan usaha untuk lebih mendekati lagi. Di Forum TTI Indonesia-Vietnam, Deputi Menteri Nguyen Thanh Bien juga menegaskan: “
Pada tahun-tahun lalu, ketika membimbing dan memimpin perdagangan Vietnam, Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam telah menghargai tepat tingkatnya dan menyediakan perhatian setimpal terhadap pasar Indonesia dengan berbagai mekanisme dan kebijakan melalui haluan merangsang semua badan usaha Vietnam mengembangkan kemampuan untuk mengkonektivitaskan perdagangan dengan para mitra Indonesia. Kami menilai tinggi pengorganisasian Forum TTI Indonesia-Vietnam yang akan turut merealisasikan semua kesempatan kerjasama antara badan-badan usaha dua negara”.
Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Thanh Bien.
( Foto: dvt.vn)
Para hadirin dalam Forum tersebut telah menyebutkan beberapa bidang kerjasama potensial antara badan-badan usaha dua negara. Nguyen Anh Dung, Direktur Perusahaan Tanggung Jawab Terbatas Perdagangan dan Jasa Pariwisata Hung Vuong menilai bahwa sekarang, Indonesia adalah negara yang jumlah penduduknya paling banyak di kawasan Asia Tenggara dan jumlah wisatawan yang mempunyai kebutuhan berwisata semakin meningkat, oleh karena itu, kerjasama dengan semua perusahaan pariwisata Indonesia untuk menyerap kedatangan wisatawan Indonesia ke Vietnam adalah hal yang perlu. Selain itu, Indonesia juga merupakan satu pasar pariwisata baru, potensial dan menjanjikan terhadap semua Perusahaan Perjalanan Vietnam, karena di Indonesia ada banyak obyek wisata terkemuka dengan kebudayaan yang beranekaragam dan punya multi identitas nasional. Nguyen Anh Dung mengatakan: “
Kira-kira 10 tahun sebelumnya, semua paket wisata ke Indonesia sangat populer, tetapi setelah terjadi krisis politik di Indonesia, maka banyak perusahaan parwisata telah membatalkan paket wisata ke Indonesia. Pada kenyataan, saya melihat bahwa semua paket wisata ke Indonesia sangat baik. Oleh karena itu, pengorganisasian peristiwa-peristiwa, misalnya Forum TTI Indonesia- Vietnam sangat perlu bagi Indonesia untuk bisa menyosialisasikan citra pariwisata-nya di Vietnam dan sebaliknya”.
Yang mendampingi rombongan wirausaha Indonesia yang beranggotakan 40 orang datang di Vietnam untuk menghadiri Forum TTI Indonesia-Vietnam kali ini ada Ibu Dwi Agustin –Direktur Marketing dan Bisnis Perusahaan Perjalanan Taruna Wisata Tour & Travel yang memberitahukan bahwa di Forum ini, dia berkesempatan berhubungan dengan banyak Perusahaan perjalanan Vietnam dan ini akan menjadi satu kesempatan besar untuk memperluas pasar bisnis perusahananya. Dia mengatakan: “
Sebelumnya kita ada beberapa orang minta paket tour ke Hanoi dan ke Vietnam sementara kita belum ada kerjasama dengan travel agent domestiknya jadi aku pikir ini adalah satu kesempatan besar untuk bisa kenal sama travel agent yang ada di Hanoi ini. Jadi setelah kita sudah kenal kita bisa lebih gampang untuk komunikasi, lebih gampang untuk direct mempublikkan yang nama Hanoi. Sekarang kalau kita sudah punya paket tour lebih enak untuk jual paket tournya”.