logo

Vietnam-Selandia Baru Bertekad Mendorong Kerja Sama dalam Era Baru

2025/8/27 | 10:13:30
(VOVWORLD) - Atas undangan Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Tran Thanh Man, Ketua Parlemen Selandia Baru, Gerry Brownlee, melakukan kunjungan resmi ke Vietnam dari tgl 27 sampai 31 Agustus. Kunjungan ini menegaskan tekad kedua negara untuk membawa hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif menggeliat dalam era baru. 

Hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif, dengan level tertinggi dalam hubungan diplomatik Vietnam-Selandia Baru, yang digalang pada bulan Februari tahun 2025, tidak hanya merupakan tonggak penting saja, tetapi juga mencerminkan kepercayaan strategis dan tekad politik dari kedua negara dalam era kerja sama baru.

Foto ilustrasi. Sumber: VOV

Tonggak penting dalam perjalanan setengah abad

Selama 50 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik (1975-2025), hubungan Vietnam-Selandia Baru mencapai kemajuan dan banyak prestasi yang menonjol. Sejak "Pernyataan tentang Kerja Sama" tahun 2005, hubungan antara dua negara telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Komprehensif (2009), Kemitraan Strategis (2020), dan Kemitraan Strategis Komprehensif pada bulan Februari 2025.

Kesamaan kepentingan dan tekad politik merupakan faktor kunci bagi hubungan Vietnam-Selandia Baru untuk mencapai hasil tersebut. Di bidang ekonomi, nilai perdagangan bilateral terus meningkat selama bertahun-tahun, mencapai hampir 1,3 miliar USD pada tahun 2024. Vietnam menjadi mitra dagang terbesar ke-12 bagi Selandia Baru. Kedua pihak sedang bersama-sama menuju ke target peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi 3 miliar USD pada tahun 2026. Selain ekonomi, kerja sama pendidikan-pelatihan, pertanian, ketenagakerjaan, dan perhubungan-transportasi antara dua negara juga telah mencapai banyak hasil positif.

Seiring dengan "buah-buah manis" dalam kerja sama bilateral, persahabatan antara masyarakat dua negeri semakin dipererat. Komunitas orang Vietnam di Selandia Baru, yang saat ini berjumlah sekitar 14.000 orang, menjadi jembatan persahabatan penting yang menghubungkan dua negara. Kaum perantau Vietnam, termasuk banyak intelektual, pakar, dan ilmuwan, selalu berkiblat ke tanah air, ingin memberikan kontribusi praktis bagi hubungan dua negara. Vietnam dan Selandia Baru juga berkoordinasi secara erat dan efektif dalam berbagai mekanisme multilateral, di antaranya yang menonjol ialah ASEAN-Selandia Baru.

Potensi kerja sama yang terbuka

Berdasarkan kepercayaan politik dan hubungan yang berkembang positif selama 50 tahun ini, potensi kerja sama antara Vietnam dan Selandia Baru masih sangat besar. Demikian penilaian bersama dari para pemimpin, sarjana, dan pakar dua negara. Ekonomi dianggap sebagai bidang pilar.

Dengan laju pertumbuhan yang pesat, Vietnam sedang menjadi destinasi yang menarik bagi badan-badan usaha dan investor Selandia Baru, membuka banyak peluang kerja sama antara dua negara pada waktu mendatang. Hal ini telah ditekankan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon dalam kunjungan resmi di Vietnam pada bulan Februari tahun ini:

Vietnam merupakan bintang yang sedang naik di Asia Tenggara. Dalam kenyataan, ini merupakan perekonomian yang berkembang tercepat di kawasan  selama 25 tahun ini dan akan terus demikian selama dekade mendatang. Hal itu membantu Vietnam memiliki salah satu peluang pertumbuhan ekspor primer bagi Selandia Baru. Ketika kita berdagang dengan negara-negara seperti Vietnam, kita tidak hanya mengembangkan perekonomian domestik, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan pendapatan yang lebih tinggi bagi warga Selandia Baru.

Vietnam sedang memiliki perekonomian digital yang mengalami pertumbuhan hampir 20% per tahun, dengan infrastruktur digital yang berkembang cepat di Asia-Pasifik. Selandia Baru memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan, inklusi digital, pertanian berteknologi tinggi, dan energi terbarukan. Keduanya merupakan anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Kelengkapan ini menciptakan banyak peluang untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi. Ibu Liz Bell, Direktur Eksekutif Dewan Badan Usaha ASEAN-Selandia Baru, mengatakan:

Selandia Baru memiliki satu cabang makanan dan minuman yang berkembang kuat, jadi selain bidang ini, kami juga ingin memperluas kerja sama di beberapa bidang layanan seperti perubahan iklim, energi terbarukan, infrastruktur, sains, pembangunan, dan teknologi yang menurut saya dapat melengkapi Vietnam dan kami memiliki banyak ranah untuk bisa berkembang.

Di samping ekonomi, hubungan bilateral diperkokoh oleh nilai-nilai diplomatik bersama. Baik Vietnam maupun Selandia Baru aktif berpartisipasi pada mekanisme-mekanisme regional, bersama-sama berkomitmen dengan hukum internasional, sistem perdagangan yang terbuka, serta perdamaian dan stabilitas regional. Kesamaan ini turut membina kepercayaan strategis, membantu kedua negara berkoordinasi secara efektif di berbagai forum multilateral.

Hal yang terpenting dalam latar belakang dewasa ini ialah kedua belah pihak mengidentifikasi secara tepat bidang-bidang yang paling potensial dan menggelarnya melalui proyek-proyek konkret. Semua ini pasti akan dibahas dalam kunjungan Ketua Parlemen Selandia Baru, Gerry Brownlee, ke Vietnam. Satu hubungan kemitraan yang lebih mendalam dan terkonsentrasi akan tidak hanya memberikan kepentingan praktis bagi rakyat kedua negeri, tetapi juga berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan perkembangan yang berkelanjutan di kawasan.

TAG
VOV/VOVworld/Vietnam-Selandia Baru/Bertekad Mendorong Kerja Sama/dalam Era Baru

Yang lain