(VOVworld) - Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung pada Senin, 26 Maret, mengepalai delegasi Vietnam untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-2 Keamanan Nuklir yang diadakan di Republik Korea dan selanjutnya melakukan kunjungan resmi di Republik Korea atas undangan Presiden Republik Korea Lee Myung Bak. Ini merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk terus menegaskan garis politiknya yang konsekwen dalam menggunakan energi nuklir demi tujuan damai dan menjamin keamanan dan keselamatan nuklir, sekaligus menegaskan bahwa Vietnam mementingkan dan ingin memperkuat lebih lanjut lagi hubungan kemitraan strategis dengan Republik Korea.
Sejak Konferensi Tingkat Tinggi yang pertama tentang Keamanan Nuklir yang berlangsung di Amerika Serikat pada tahun 2010, masalah keamanan dan keselamatan nuklir telah dan sedang menjadi perhatian bersama dari semua negara di dunia, termasuk juga negara yang sudah punya atau belum punya nuklir. Oleh karena itu, Konferensi kali ini menghimpun kira-kira 50 Kepala Negara, Kepala Pemerintah dari 50 negara di dunia yang semuanya mengarah ke satu tujuan bersama, yaitu berbahas tentang kemajuan-kemajuan dalam melaksanakan komitmen-komitmen politik yang sudah diajukan pada Konferensi Tingkat Tinggi yang pertama tentang Keamanan Nuklir, mengeluarkan pengarahan-pengarahan aktivitas bagi mekanisme Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir.
Dengan ikut serta pada Konferensi Tingkat Tinggi yang pertama Keamanan Nuklir, Vietnam telah dan sedang banyak berupaya untuk melaksanakan semua komitmen politik, diantaranya mempelajari untuk berpartisipasi dalam semua perjanjian, mekanisme internasional tentang keamanan dan keselamatan nuklir serta dangan aktif bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan semua negara lain dalam menggelarkan program penggunaan energi nuklir demi tujuan damai. Vietnam telah menandatangani Perjanjian kerjasama nuklir bilateral dengan serentetan negara di dunia. Doktor Le Van Hong, Wakil Kepala Institut Energi Atom Vietnam memberitahukan: “Kalau mau memberikan penilaian secara akurat maka harus ada penelitian-penelitian yang sangat intensif, terinci dan mempunyai perhitungan-perhitunan yang kongkrit. Pencarian tahu permulaan sangat penting dan pada tahun yang akan datang, Kementerian Ilmu Pengetahuand dan Teknologi telah berencana melakukan investasi untuk kelompok-kelompok penelitian melalui semua tema dan rancangan mencari tahu secara mendalam dan diatas dasar itu mengambil perhitungan-perhitungan resmi untuk menggelarkan energi nuklir”.
Peristiwa hadirnya Perdana Menteri Nguyen Tan Dung dan delegasi Vietnam pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-2 tentang Keamanan Nuklir yang diadakan di Republik Korea kali ini terus menegaskan akan garis politik konsekven Vietnam dalam menggunakan energi nuklir demi tujuan damai kepada dunia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Luong Thanh Nghi menunjukkan: “Vietnam selalu menetapkan menjamin keamanan dan keselamatan nuklir sebagai prioritas primer dalam proses mengembangkan dan menerapkan energi nuklirm sekaligus menyokong hak semua negara boleh menggunakan energi nuklir demi tujuan damai maupun semua upaya perlucutan senjata dan non profelirasi senjata nuklir demi tuan damai serta semua upaya perluncutan dan non proliferasi senjara nuklir”.
Serentetan proyek infrastruktur yang tipikal seperti jembatan Vam Cong, jalan tol Hanoi - kota Hai Phong, Rumah Sakit Umum Quang Nam dan lain-lain menjadi simbol dari kerjasama yang efektif antara Vietnam dengan Republik Korea. Dua pihak juga sedang berusaha meningkatkan nilai perdagangan bilateral Vietnam- Republik Korea menjadi 20 miliar USD pada tahun 2015.
Kunjungan resmi Perdana Menteri Nguyen Tan Dung di Republik Korea kali ini, sekali lagi menegaskan garis politik konsekwen dari Vietnam yaitu mementingkan hubungan kerjasama dengan Republik Korea. Kunjungan ini menandai kerjasama yang efektif antara dua mitra strategis selama 20 tahun dan merupakan kesempatan bagi dua pihak untuk membahas banyak langkah guna membawa hubungan Vietnam- Republik Korea menjadi lebih terkait, lebih terpercaya dan berkesinambungan./.








