Hal ini menandai konfrontasi terlama dan paling sengit antara kedua belah pihak sejek kesepakatan gencatan senjata.
Media Negara Iran mengonfirmasi bahwa beberapa ledakan besar telah terjadi di wilayah pesisir, di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Sementara itu, Kantor Berita “Mehr” memberitahukan bahwa AS telah menghantam sasaran-sasaran di Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz, termasuk Desa Masan. Wilayah di sekitarnya Pelabuhan Bandar Abbas juga diserang oleh rudal AS sehingga memicu serangkaian ledakan hebat. Selain itu,, juga terdapat informasi mengenai setidaknya 6 ledakan besar wi Kota Hamidiyeh, Provinsi Khuzestan, sebelah Barat Daya Iran. Hal yang patut diperhatikan, sumber-sumber informasi terus melaporakan ledakan-ledakan besar di wilayah Bushehr, satu-satunya lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir satu-satunya di Iran. Meskipun demikian, informasi terkait lainnya tidak disebutkan."
Angkatan bersenjata Iran juga belum mengumumlan langkah balasan terhadap serangan-serangan udara baru dari Tentara AS. Namun, media dan kalangan analisis regional menilai bahwa Teheran pasti akan membalas, Sasaran-sasaran balasan tersebut diperkiarankan akan menyasar serangkaian pangkalan AS di Kuwait, Bahrain dan Yordania. Fasilitas-fasilitas ini terus-menerus menjadi sasaran Korps Revolusioner Islam (IRGC) dan Tentara Iran selama beberapa hari bentrokan terakhir.





