Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa 5 orang meninggal dunia setelah rumah mereka roboh saat sedang tidur. Sementara itu, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan 2 orang tewas dan 4 orang luka-luka. Sekitar 2.000 warga telah dievakuasi, sementara sejumlah rumah, gudang, dan fasilitas pemerintah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus memperbarui data mengenai dampak gempa bumi di wilayah-wilayah yang terdampak. BNPB juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, warga diminta untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa guna menghindari risiko bahaya lebih lanjut.






