Jumlah korban tewas terus meningkat. Menurut Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Indonesia (Basarnas), hingga 16 Agustus siang waktu setempat, 51 orang dilaporkan meninggal dunia dan 64 orang luka-luka.
Basarnas menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan dikerahkan secara masif sejak pukul 06.00 WITA pada 16 Agustus, dengan fokus di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan wilayah Reo di Manggarai. Upaya pertolongan berlangsung di tengah kerusakan signifikan pada infrastruktur esensial di Flores.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari (dari tanggal 15 hingga 28 Agustus) untuk memobilisasi personel, armada, dan sumber daya dengan cepat demi mendukung kegiatan pencarian, pertolongan, serta pelayanan medis.
Sementara itu, Basarnas terus memperluas jangkauan pencarian korban seiring dibukanya akses jalan, dengan memprioritaskan wilayah-wilayah di mana terdapat warga yang terjebak atau belum terjangkau.




