Dalam pertemuan tersebut, kedua Ketua parlemen menegaskan selalu menghargai dan mengutamakan hubungan bilateral, di antaranya kerja sama antarparlemen sebagai salah satu saluran yang sangat penting. Kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi secara erat dalam melaksanakan secara efektif berbagai komitmen dan kesepakatan yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua Partai dan kedua Negara; meningkatkan pertukaran delegasi serta efektivitas mekanisme kerja sama bilateral; mendorong konektivitas infrastruktur transportasi, pos perbatasan, logistik dan rantai pasokan; memfasilitasi perdagangan dan investasi, berupaya segera meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga segera mencapai target 20 miliar dolar AS.

Kedua pihak juga sepakat mempercepat penyelesaian penetapan garis demarkasi dan penancapan tonggak perbatasan serta terus berkoordinasi untuk menjaga kawasan perbatasan yang damai, stabil dan berkembang. Selain itu, kedua negara akan bekerja sama menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperingati HUT ke-60 hubungan diplomatik Vietnam–Kamboja (1967–2027), sekaligus memperkuat sosialisasi dan pendidikan mengenai tradisi solidaritas dan persahabatan antara kedua bangsa.

Ketua MN Tran Thanh Man meminta Ketua Parlemen Kamboja untuk terus memberikan perhatian dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi komunitas orang Vietnam di Kamboja untuk hidup secara stabil serta memperoleh hak dan kepentingan yang sah. Ia juga mengusulkan agar kedua pihak terus berkoordinasi erat dalam pencarian, pengumpulan dan pemulangan kembali kerangka para prajurit sukarelawan dan pakar Vietnam yang gugur di Kamboja.

Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi guna menjaga perdamaian, stabilitas, kerja sama dan pembangunan di kawasan; terus memperkokoh solidaritas ASEAN, memperkuat sentralitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta meningkatkan kerja sama dalam berbagai mekanisme subkawasan Sungai Mekong.