Persidangan tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 delegasi dari negara-negara anggota, organisasi pengamat, lembaga swadaya masyarakat, dan kalangan akademisi untuk membahas berbagai isu terkait pelestarian warisan budaya dan alam.
Dalam pidato pembukaannya, Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany menegaskan bahwa warisan dunia bukan hanya jejak masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa kini dan masa depan. Ia menyerukan kepada semua negara untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama serta melindungi nilai-nilai bersama umat manusia.
Persidangan yang berlangsung hingga 29 Juli tersebut akan mempertimbangkan 30 dokumen nominasi baru untuk dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia, tiga usulan perubahan terhadap berbagai warisan yang telah terdaftar, sekaligus mengevaluasi kondisi pelestarian 147 warisan dunia yang telah diakui sebelumnya. Para delegasi juga akan membahas berbagai isu mengenai pelestarian, pengelolaan warisan, serta pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia.
Hingga saat ini, UNESCO telah mengakui 1.248 Warisan Dunia, yang terdiri dari 972 warisan budaya, 235 warisan alam, dan 41 warisan campuran.





