Dalam Sidang kali ini, KS PKV akan membahas dan memutuskan berbagai isu penting mengenai pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional XIV PKV, pekerjaan pembangunan Partai, sistem politik dan pengembangan tanah air pada tahap baru.
Dalam pidato pembukaannya, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Kongres Nasional XIV PKV telah menetapkan garis politik, target dan arah strategis utama. Sidang Pleno ke-2 KS PKV telah meletakkan fondasi organisasi dan prinsip operasional untuk masa jabatan baru. Sidang Pleno ke-3 harus mampu mengubah semua arah tersebut menjadi keputusan politik yang sanggup mengatasi hambatan, membuka potensi sumber daya dan menciptakan kapasitas baru untuk mendorong pembangunan.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menekankan: “Keputusan-keputusan yang disahkan oleh KS PKV harus menghasilkan empat perubahan strategis: meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tata kelola dan kualitas penyelenggaraan Partai serta aparatur Negara; menyinergikan ruang pembangunan dan mengembangkan efisiensi sumber daya nasional; membangun model pembangunan yang berdasarkan pada produktivitas, pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia; serta secara proaktif mencegah, memberantas dan meningkatkan daya tahan serta kemampuan adaptasi dan pertahanan tanah air secara kokoh. Saya meminta KS PKV untuk memusatkan perhatian pada pertanyaan berikut: hambatan apa yang dapat diatasi oleh setiap kebijakan? Kapasitas baru apa yang akan dihasilkan dan kondisi apa saja yang diperlukan agar kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif?
Sejalan dengan semangat tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengusulkan empat fokus utama pembahasan, yaitu: transformasi dari penataan organisasi menuju peningkatan kapasitas kepemimpinan, tata kelola, dan kualitas penyelenggaraan Partai serta sistem politik; transisi dari pengelolaan yang terdesentralisasi menuju tata kelola terpadu atas ruang pembangunan dan sumber daya nasional; transisi dari pertumbuhan yang terutama bergantung pada perluasan faktor-faktor input menuju pembangunan yang bertumpu pada produktivitas, pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia; serta transisi dari penanganan setiap ancaman secara terpisah menuju pencegahan yang proaktif, peningkatan ketahanan nasional, dan pembelaan negara yang kokoh.
Sesuai agenda, Sidang Pleno tersebut akan berlangsung hingga 24 Juli 2026.





