Pada rapat kerja tersebut, PM Le Minh Hung menyatakan bahwa Provinsi Dien Bien memiliki banyak potensi, keunggulan dan ruang, merupakan salah satu provinsi yang tidak digabungkan, tetapi belum melesat karena ada banyak “hambatan” internal yang telah diidentifikasi tapi belum diatasi secara tuntas. PM Le Minh Hung meminta Provinsi Dien Bien untuk terus fokus memperbarui pola pertumbuhan, membentuk pola pengembangan baru yang sesuai dengan situasi dan keunggulan kompetitif sendiri.

Harus fokus membangun ekonomi koridor yang modern di Tay Trang dan A Pa Chai agar Dien Bien menjadi simpuls perdagangan, perdagangan perbatasan dan logistik di daerah Tay Bac, serta pintu gerbang perdagangan dengan beberapa negara tetangga dan di kawasan. Mengubah keunggulan-keunggulan bandara Dien Bien, situs peninggalan sejarah istimewa Dien Bien Phu, memori sejarah, sistem warisan pemandangan khas seperti Muong Thang, festival Bunga Ban menjadi sumber daya perkembangan pariwisata yang kuat. Di sektor industri pengolahan dan manufaktur harus mengembangkan industri menurut arah energi yang modern. Provinsi Dien Bien juga perlu berfokus pada beberapa sektor konkret tentang pertanian, pengolahan mendalam, nilai tambahan yang tinggi dan berkesinambungan serta produk utama”.

PM Le Minh Hung meminta Provinsi Dien Bien supaya mempertahankan laju pengucuran modal investasi publik yang berada di kelompok pelopor di seluruh negeri. Berupaya sampai tahun 2026 mencapai 100 persen rencana yang telah ditetapkan, memprioritaskan sumber daya bagi berbagai proyek penting dan utama serta secara gigih menyesuaikan modal dari proyek yang terlambat dilaksanakan ke proyek yang memiliki pengucuran modal yang baik. Menyelesaikan rencana investasi publuk jangka menengah untuk periode 2026-2030 agar memastikan efisiensi investasi dan dialokasi secara titik berat serta mengurangi secara minimal 30 persen kuantitas proyek dibandingkan dengan rencana untuk tahap 2021-2025.