Rapat tersebut juga membahas solusi penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di wilayah pedesaan, perkotaan, dan daerah etnis minoritas, serta pekerjaan pelatihan sumber daya manusia dalam periode pembangunan baru.

Saat menyampaikan pidato kesimpulan dalam rapat kerja tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta agar fokus menciptakan lapangan kerja lokal dengan cara meningkatkan nilai pekerjaan di sektor pertanian. Beliau menekankan perlunya melakukan transisi yang kuat dari produksi mentah dengan produktivitas rendah ke pertanian bernilai tinggi, berteknologi tinggi, pertanian hijau, ekonomi sirkular, serta produksi yang memenuhi standar, regulasi asal-usul, logistik hijau, dan e-commerce:

"Fokus mengembangkan industri pedesaan, desa kerajinan, zona industri, pemrosesan produk pertanian, layanan mekanik, transportasi, perdagangan, lingkungan, serta energi terbarukan yang sesuai dengan masing-masing wilayah. Selain itu, mengembangkan program OCOP (Satu Kecamatan Satu Produk), pariwisata pedesaan, pariwisata berbasis komunitas, ekonomi kooperatif, koperasi model baru, ekonomi rumah tangga, keterkaitan rantai pasok, dan kewirausahaan di pedesaan."

Pada kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga meminta melakukan pembaruan dalam pelatihan sumber daya manusia, seperti membangun sistem pengembangan keterampilan nasional, pelatihan tenaga kerja harus beralih dari sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek menjadi persiapan untuk daya saing nasional secara berjangka panjang.