Ketika menyampaikan pidato dalam resepsi tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam percaya bahwa dengan tekad dan upaya bersama pimpinan serta rakyat dua negeri, hubungan Kemitraan kerja sama komprehensif Vietnam-Myanmar akan mengalami perkembangan baru efektif, inklusif dan lebih substansial, memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing negara, memberikan kontribusi praktis pada perdamaian, stabilitas, kerja sama dan pembangunan di kawasan dan dunia.

Dalam pidato tanggapan, Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing menekankan bahwa Myanmar secara khusus menghargai hubungan tradisional yang baik dengan Vietnam. Beliau menegaskan akan berupaya sekuat tenaga untuk memupuk hubungan tradisional, memperkuat konektivitas pelaku usaha antara kedua negara melalui Forum Ekonomi Bilateral, menuju peringatan ulang tahun ke-10 penggabungan hubungan Kemitraan kerja sama komprehensif pada tahun 2027.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi (5 September), Istri Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan Istri Presiden Myanmar telah mengunjungi Desa sutera Van Phuc di Kecamatan Ha Dong, Kota Hanoi.