Dari New York, Vietnam sekali lagi menyuarakan pandangannya di forum multilateral terkemuka di dunia. Ini juga merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk membagikan perjalanan selama lebih dari 40 tahun Pembaruan, serta menyampaikan pengalaman dalam proses integrasi internasional dan Pembangunan, serta menegaskan hasrat tanah air di era baru.

Sesi debat tingkat tinggi MU PBB tahun ini berlangsung di tengah perubahan dunia yang mendalam. Lebih dari 130 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan hadir untuk bersama-sama mendiskusikan tema: “Memulihkan kepercayaan, mengelola proses transformasi, sebuah PBB yang memberikan hasil untuk semua”. Forum ini bukan sekadar tempat di mana berbagai negara menyampaikan pandangannya, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan titik temu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berpengaruh terhadap seluruh umat manusia.

Vietnam Tidak Berdiri di Luar Dinamika Dunia

Konflik dan perpecahan geo-politik, kemiskinan, kesenjangan, perubahan iklim, penurunan sumber daya untuk pembangunan dan kegiatan kemanusiaan serta perubahan pesat dari sains-teknologi tengah menimbulkan tantangan-tantangan yang semakin rumit. Benang merah dari berbagai tantangan tersebut adalah tidak ada satu negara pun yang bisa menanganinya sendirian. Hal ini menuntut dialog, kerja sama dan solusi multilateral.

Bagi Vietnam, isu-isu ini juga berkaitan langsung dengan proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, keikutsertaan Vietnam pada berbagai diskusi global tidak hanya bertujuan menyuarakan pandangan dan kepentingannya sendiri, melainkan juga untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam menemukan solusi atas berbagai masalah yang berpengaruh langsung terhadap masa depannya. Duta Besar (Dubes) Do Hung Viet, Kepala Perwakilan Tetap Vietnam di PBB berbagi pendapat:

“Pesan Sekjen sekaligus Presiden To Lam pada Pekan Tingkat Tinggi MU PBB bersifat komprehensif dan inklusif. Pesan tersebut berfokus pada penguatan kepercayaan dan kerja sama antarnegara sehingga proses transisi yang kita saksikan saat ini dapat menciptakan lebih banyak peluang sehingga seluruh negara dan masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati peluang tersebut. Hal ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada satu bangsa pun, maupun satu individu pun yang tertinggal dan tidak menikmati hasil dari proses pembangunan."

Pesan tersebut juga menunjukkan pendekatan Vietnam yang lebih jelas bahwa pembangunan nasional harus dikaitkan erat dengan kerja sama internasional dan tanggung jawab terhadap masalah-masalah bersama. Koordinator Tetap PBB di Vietnam, Pauline Tamesis sangat mengapresiasi partisipasi Kepala Partai dan Negara Vietnam dalam Pekan Tingkat Tinggi MU PBB kali ini.

Kehadiran Delegasi tingkat tinggi Vietnam yang dikepalai Sekjen sekaligus Presiden To Lam telah mengirimkan satu pesan yang sangat jelas dan kuat mengenai betapa makna pentingnya peran PBB dan sistem mutilateralisme bagi Vietnam. Pesan tersebut disampaiikan pada saat kerja sama internasional sangat dibutuhkan melebihi masa sebelumnya, sekaligus menegaskan secara jelas komitmen nyata Vietnam dalam mendukung sistem multilateral yang adil dan setara dengan PBB sebagai pusatnya”.

Membawa Aspirasi Vietnam ke Dalam Arus Bersama

Suara Vietnam di forum PBB dibentuk dari perjalanan panjang pembangunan tanah air. Perjalanan lebih dari 40 tahun Pembaruan telah mengubah Vietnam dari sebuah negara yang mengalami banyak kesulitan pascaperrang menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi internasional secara intensif dan ekstensif, berpartisipasi pada berbagai mekanisme multilateral secara aktif dan mengemban banyak tanggung jawab internasional yang penting. Seiring dengan kemajuan tersebut, hubungan Vietnam dengan PBB juga mengalami perkembangan pesat. Koordinator Tetap PBB di Vietnam, Pauline Tamesis menilai:

“Dewasa ini, kita melihat Vietnam tengah bertransisi secara kuat dari pemanfaatan kerja sama internasional menjadi kontributor aktif dalam menghadirkan solusi-solusi global. Hubungan antara PBB dan Vietnam kian ditandai oleh: dukungan PBB terhadap aspirasi pembangunan Vietnam, sementara Vietnam menyumbangkan pengalaman, peran kepemimpinan, dan solusi untuk komunitas global. Saat Vietnam memasuki era pembangunan baru, PBB telah membangun kemitraan dan membuka agar Vietnam dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan kerja sama internasional”.

Dalam konteks era pembangunan baru ini, Vietnam tengah berupaya mewujudkan aspirasinya akan negara yang berkembang dan makmur, masyarakat mendapat kehidupan yang semakin lebih baik. Bersamaan dengan itu juga merupakan hasrat untuk dapat hidup di tengah lingkungan internasional yang damai dan stabil di mana negara-negara baik besar maupun kecil dihormati, di mana hukum internasional dijunjung tinggi dan tantangan-tantangan bersama diatasi dengan dialog dan kerja sama.

Oleh karena itu, kunjungan kerja Sekjen sekaligus Presiden To Lam kali ini mempunyai makna yang mendalam. Dari New York, Vietnam membagikan pengalamannya, apa yang tengah dilakukan dan apa yang dinginkan bersama-sama dengan negara-negara lainnya untuk membangun masa depan saat aspirasi Vietnam ditempatkan ke dalam arus bersama umat manusia.