Kunjungan ini dilakukan dari 31 Mei hingga 1 Juni, atas undangan Presiden Republik Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr. dan Ibu Negara.

Dalam rangka kunjungan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ferdinand Romualdez Marcos Jr. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak mengeluarkan Pernyataan Bersama yang meningkatkan hubungan Vietnam-Filipina menjadi Kemitraan Strategis yang Diperkuat, sehingga membuka era pembangunan baru bagi kerja sama bilateral.

Mengenai isu-isu regional dan internasional, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi erat dan saling mendukung di forum-forum multilateral. Kedua pihak menekankan pentingnya mempertahankan perdamaian dan stabilitas, menjamin keamanan, keselamatan, serta kebebasan navigasi dan penerbangan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS); dan secara aktif berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN untuk mempromosikan negosiasi tentang Kode Etik Perilaku di Laut Timur (COC) secara efektif dan substansial, sesuai dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.