VOV WorldVOV World
Vietnam Proaktif Mempertahankan Ketahanan Energi
06/04/2026 07:00
[VOVWORLD] - Konflik di Timur Tengah  telah menunjukkan sebuah kenyataan: ketahanan energi kini menjadi masalah global, namun solusinya harus berakar pada kekuatan internal masing-masing negara.
Vietnam Proaktif Mempertahankan Ketahanan Energi
Bagi Vietnam, upaya proaktif   dalam menjaga ketahanan energi di tengah kelangkaan pasokan tidak hanya mampu menstabilkan ekonomi makro, tetapi juga menciptakan fondasi bagi pola pertumbuhan yang berkelanjutan dan mandiri.  Kinh te--Anh 1_0.jpg Perusahaan Persero Kilang dan Petrokimia Binh Son menjamin pengoperasian dan produksi dari Pabrik Kilang dan Petrokimia Dung Quat secara efektif dan stabil (Foto: VGP) Vietnam telah menempatkan ketahanan energi pada arah strategis melalui berbagai kebijakan besar , seperti Resolusi 55-NQ/TW yang kemudian dikonkretkan dalam Perancangan Pengembangan Tenaga Listrik VIII. Yang terbaru , K esimpulan Politbiro menekankan pentingnya pasokan migas guna menstabilkan pasar energi di dalam negeri/ domestik. Hal yang patut diperhatikan yaitu adanya pendekatan baru: tidak hanya memastikan kecukupan pasokan listrik tetapi juga memastikan kesinambungan, diversifikasi serta fleksibilitas sistem energi. Salah satu solusi yang sedang dijalankan Vietnam adalah mendiversifikasi sumber pasokan guna memitigasi dampak gejolak harga energi global. Ta Dinh Thi, Wakil Ketua Komisi Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan dari Majelis Nasional (MN) Vietnam menuturkan: “Transformasi energi harus menjadi pilar penting bagi ketahanan energi nasional. Hal ini bukan sekadar komitmen internasional dari Vietnam, melainkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber energi impor, terutama energi fosil yang sangat rentan terhadap perkembangan geo-politik dunia.   Selain itu langkah ini mengoptimalkan sektor potensial yang dimiliki Vietnam seperti energi surya, angin, sumber-sumber energi terbarukan lain nya ”. kinh_te-anh_2.jpg Persuahaan Umum Permigasan Vietnam memberikan pasokan secara maksimal bagi pasar domestik (Foto: VGP) Kota Ho Chi Minh dengan potensi tenaga angin lepas pantai yang besar tengah giat menjalankan berbagai proyek Pembangkit Listrik T enaga Bayu ( angin) PLTB , guna mendukung target nasional sebesar 6.000 MW pada 2030 dan 91.500 MW pada 2050. Nguyen Thi Ngoc, Wakil Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kota Ho Chi Minh menegaskan: “ Pemerintah Kota telah menyusun basis data pasokan energi serta mempercepat investasi pada jaringan kelistrikan, gudang cadangan, dan infrastruktur gas emisi. Selain itu kami juga m enyempurnakan mekanisme cadangan dan langkah preventif serta koordinasi lintas wilayah, yang mengaitkan jaminan energi dengan transformasi hijau, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya dan logistik ramah lingkungan. Di samping itu, kami terus mendiversifikasi sumber pasokan energi, mengembangkan infrastruktur gas emisi, serta mengintegrasikan perencanaan infrastruktur”. Penggunaan energi secara hemat dan efisien juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan ketahanan energi yang mandiri, fleksibel, setara, inklusif dan berkelanjutan. Kampanye “Jam Bumi” yang digelar Vietnam selama bertahun-tahun terakhir telah memberikan dampak positif di seluruh lapisan masyarakat. Lai Duc Tuan, dari Direktorat Inovasi Kreatif, Transformasi Hijau dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menuturkan: “Penghematan energi perlu menjadi kebiasaan rutin dalam kehidupan sehari- hari maupun dalam proses produksi, mulai dari penggunaan peralatan hemat listrik, optimalisasi proses produksi hingga penerapan solusi teknologi baru. T indakan praktis yang dipertahankan secara konsisten di tengah masyarakat inilah yang akan menciptakan efisiensi penggunaan energi yang berkelanjutan”. kinh_te-anh_3.jpg Ta Dinh Thi, Wakil Kepala Komisi Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan Hidup dari Majelis Nasional Vietnam menyampaikan pidato di satu simposium (Foto: Quang Khanh/daibietndandan.vn) Ketahanan energi tidak hanya menjadi urusan sektor kelistrikan atau industri energi semata , tetapi juga menjadi kepentingan seluruh perekonomian. Upaya p roaktif   dalam menjaga ketahanan energi akan menentukan kemampuan bangsa untuk mempertahankan pertumbuhan yang tinggi, menstabilkan ekonomi makro dan meningkatkan daya saing nasional. Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Nguyen Hoang Long menuturkan: “Meningkatkan efisiensi penggunaan energi juga menjadi salah satu faktor utama   dalam meningkatkan daya saing ekonomi selama proses restrukturisasi pola pertumbuhan. Hal ini menuntut penguatan kegiatan inovasi kreatif, dengan menempatkan teknologi dan transformasi digital pada fondasi demi penggunaan energi yang lebih berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk memacu konsumsi hijau dan membina gaya hidup berkelanjutan guna menciptakan perkembangan yang sinkron dan ber jangka panjang bagi seluruh perekonomian”. Di masa mendatang, saat Vietnam memasuki fase pembangunan baru dengan target menjadi negara berpendapatan menengah atas, peran energi akan semakin penting. Langkah-langkah Vietnam menuju sistem energi yang aman, berkelanjutan dan fleksibel tidak hanya akan “ menggerakkan ” perekonomian, tetapi juga menciptakan fondasi bagi pola pertumbuhan yang hijau, mandiri serta memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai gejolak global.
TAG
VOV/VOVWORLD/Vietnam/mempertahankan/ketahanan energi/pendekatan baru/sistem energi