VOV WorldVOV World
Ekspor 2026 Menuju Pertumbuhan Baru
16/03/2026 09:00
(VOVWORLD) - Ekspor 2026 tengah diaktifkan dalam perjalanan baru, tidak hanya untuk meningkatkan nilai tetapi juga merestrukturisasi fondasi pertumbuhan. Saat Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 15-16 persen pada 2026, dengan nilai mencapai 546-550 miliar dolar Amerika Serikat (AS), tantangannya tidak hanya terletak pada persoalan pasar, tetapi juga pada kualitas, kemandirian dan daya tahan perekonomian.
Ekspor 2026 Menuju Pertumbuhan Baru
Ekspor 2026 diaktifkan dalam perjalanan yang baru (Foto: VOV) Vietnam telah mengalami surplus ekspor selama 10 tahun berturut-turut sejak tahun 2016. Jumlah pasar dengan nilai perdagangan mencapai satu miliar dolar AS juga meningkat secara drastis. Berbagai Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) terus memainkan peranan  sebagai pendorong, khususnya FTA generasi baru seperti CPTPP,  EVFTA, dan RCEP sehingga membuka akses pasar dengan standar dan kualitas yang lebih tinggi. Tapi, surplus perdagangan yang berkepanjangan tersebut tidak berarti kekuatan internalnya baik. Oleh karena itu, “tonggak pertumbuhan baru” tahun 2026 juga merupakan tonggak pergeseran struktur. Pada dasarnya, kandungan teknologi dan prosentase lokalisasi ditingkatkan, serta memperkuat pelaku usaha di dalam negeri diperkokoh, khususnya melalui upaya diversifikasi pasar. Tran Thanh Hai, Wakil Kepala Direktorat Ekspor-Impor, Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam menuturkan: “ Diversifikasi pasar ekspor-impor menjadi arah penting untuk mengurangi risiko akibat ketergantungan yang berlebihan pada pasar ekspor atau pasar impor. Ketika telah memiliki pasar, langkah berikutnya adalah melakukan promosi perdagangan, di antaranya membangun merek dan melaksanakan langkah-langkah seperti pelacakan asal-usul produk, dll. Beberapa langkah ini akan mendukung kegiatan promosi perdagangan mencapai efisiensi yang lebih baik ”. Ekspor teksitil dan produk tekstil menuju target mencapai nilai ekspor sebanyak 50 miliar dolar AS (Foto: VOV) Tuntutan tentang ketertelusuran, standar tenaga kerja, lingkungan, khususnya mekanisme-mekanisme penyesuaian karbon lintas batas kini menimbulkan “hambatan teknis” baru. Jika pelaku usaha tidak melakukan transformasi hijau meningkatkan efisiensi produksi, keunggulan biaya rendah akan segera hilang. Sebaliknya, jika mampu berjalan lebih cepat dalam meningkatkan transparansi rantai pasokan dan menerapkan teknologi bersih, pelaku usaha Vietnam dapat mengubah tantangan menjadi keunggulan kompetitif. Secara proaktif memperbarui teknologi produksi dan meningkatkan nilai tambah menjadi langkah yang tengah dilaksanakan oleh banyak pelaku usaha Vietnam. Le Xuan Vy, Wakil Direktur Utama Perusahaan Persero Investasi dan Perdagangan TNG menuturkan:
TAG
VOV/VOVworld/tonggak pertumbuhan baru/nilai ekstor/kemandirian strategis