Kota Hai Phong tengah berbenah menuju “Kota Musik”, dengan mengintegrasikan musik ke dalam pariwisata dan layanan, sekaligus menjadikan musik sebagai salah satu sumber daya pembangunan.

Dengan kapasitas lebih dari 1.500 kursi, Gedung Teater Hoa Phuong (Bunga Flamboyan) menjadi tempat penyelenggaraan berbagai konser musik klasik dan seni berskala besar. Selain itu, berbagai pertunjukan musik di Gedung Teater Kota, kawasan pejalan kaki, panggung luar ruangan, serta ruang seni publik turut memperkaya kehidupan budaya Kota Hai Phong. Kota ini secara bertahap mewujudkan target sebagai “Kota Musik”, sekaligus menjadikan musik sebagai sumber daya pengembangan industri budaya. Kolonel sekaligus Seniman Rakyat Ha Thuy, mantan Ketua Departemen Vokal Universitas Kebudayaan dan Kesenian Tentara menuturkan:

“Kota Hai Phong merupakan tempat lahirnya banyak komponis berbakat dan terkenal. Masyarakat Kota Hai Phong sangat bersemangat serta penuh inspirasi terhadap aliran musik. Para penggemar di Hai Phong juga sangat antusias dengan berbagai liveshow atau pertunjukan langsung. Oleh karena itu, Kota Hai Phong telah memenuhi beberapa kriteria untuk menjadi sebuah pusat musik”.

Kota Hai Phong tengah menyempurnakan Proyek “Menjadikan Hai Phong Sebagai Kota Musik Periode 2026-2030, Visi Hingga 2045”, menuju pembentukan ekosistem musik yang terintegrasi dengan pendidikan, kreativitas, industri budaya, dan kehidupan komunitas, guna membentuk kekuatan lunak bagi perkotaan. Menurut Profesor Muda sekaligus Doktor Bui Hoai Son, Anggota Tetap Komisi Sosial-Budaya dari Majelis Nasional (MN) Vietnam, “Kota Musik” bukan sekadar gelar atau merek, melainkan arah pembangunan yang berlandaskan pada sumber daya kebudayaan dan kreativitas Kota Hai Phong.

“Pengembangan Kota Musik juga menjadi momentum pembentukan ekosistem musik, baik bagi Kota Hai Phong maupun untuk seluruh negeri. Di dalamnya, kita memfasilitasi kebijakan dan kelembagaan, serta mengembangkan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk musik”.

Vitalitas “Kota Musik” tidak hanya ada di berbagai gedung teater modern, konser, atau festival besar yang menjadi daya tatik utama bagi para penggemar, melainkan terletak pada kemampuan menghadirkan musik dalam keseharian secara rutin. Hal ini diwujudkan melalui panggung skala kecil dan menengah di kawasan pejalan kaki, lapangan, sekolah, kawasan industri, hingga destinasi wisata, tempat masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati tetapi juga berpartisipasi dan berkreasi seni.

Seniman Hoang Nguyen, mantan Kepala Rombongan Kesenian Angkatan Laut menyatakan bahwa Kota Hai Phong perlu mengemas berbagai sumber daya tersebut menjadi produk konkret, sehingga musik menjadi bagian dari pengalaman penjelajahan dari para wisatawan.

Menterjemahkan musik ke dalam kehidupan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi perkotaan. Hal ini sejalan dengan target pembangunan “Kota Musik” sekaligus arah pengembangan industri budaya di Kota Hai Phong. Seniman Rakyat Tran Nhuong mengatakan:

“Kekuatan baru sebuah perkotaan terletak pada industri kreatif, ekonomi budaya dan identitasnya. Musik merupakan sektor industri bernilai miliaran dolar Amerika Serikat. Musik mampu menciptakan lapangan kerja, mempromosikan kegiatan wisata malam, serta menghidupkan kreativitas generasi muda. Jika diinvestasikan secara sistematis, Kota Hai Phong sebenarnya bisa membentuk sebuah ekosistem ekonomi musik”.

Kota Hai Phong juga mengoptimalkan peran serta mendigitalisasi nilai-nilai aliran musik rakyat seperti seni nyanyi lagu rakyat Chau Van dan Ca Tru, Trong Hoi dan Cua Dinh. Seiring dengan itu, kota ini membangun ekosistem kreatif dan industri musik, mendorong kerja sama internasional, serta memperkuat citra merek secara global.

Dari sebuah wilayah yang kaya dengan tradisi musik, Kota Hai Phong kini tengah bergerak menjadikan berbagai nilai budaya dan kreativitas sebagai sumber daya pembangunan yang baru. “Kota musik” bukan sekadar target kebudayaan, melainkan sebuah langkah nyata bagi Kota Hai Phong untuk memperluas ruang pengembangan industri budaya di masa depan.