Pada pekan lalu, kami menerima surat pos dari pendengar Peter Ng di Johor Bahru di Malaysia. Dalam suratnya, ia membagikan ulasan mengenai program siaran yang ia dengarkan, serta mengirimkan laporan pemantauan siaran radio pada tanggal 25 Oktober pada frekuensi 12020 kHz dengan kualitas gelombang yang relatif baik. Dari Jawa Timur, pendengar Safril Susanto mengirimkan laporan pemantauan siaran radio pada tanggal 27 Oktober pada frekuensi 12020 kHz dengan SINPO 55555 dan 44444. Pendengar Fachri dari Pekanbaru mengirimkan laporan pemantauan siaran radio dari tanggal 12 hingga 18 Oktober dengan kualitas gelombang yang cukup baik dan stabil. Selain itu, kami juga menerima laporan pemantauan siaran yang dikirimkan oleh para pendengar di India dan Tiongkok dengan kualitas gelombang yang baik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar yang selalu mengirimkan laporan pemantauan siaran. Jika mengalami kesulitan dalam memantau Program Siaran kami melalui gelombang radio, Anda dapat mengakses situs web: vovworld.vn untuk membaca artikel dan mendengarkan kembali siaran kami.

Mengenai berita berjudul “Sinyal Positif Baru untuk Negosiasi Rusia-Ukraina”, pendengar Idris dari Wonosobo memberikan tanggapannya: “Berharap perdamaian dapat segera terwujud agar tidak lagi menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda”. Sementara itu, pendengar Dwi dan Nur Hidayat menyampaikan harapannya mereka: “Semoga dunia selalu damai”, dan “Sebuah sinyal Positif bagi penyelesaian konflik.”

Saat mengomentari reportase bertajuk: “Menjelajahi Seni Phap Lam”, para pendengar menyatakan ketertarikan dan kekaguman mereka atas kreativitas masyarakat Vietnam dalam memperbarui seni tradisional: “Ini merupakan cara ideal untuk mendekatkan warisan tradisional kepada generasi muda”. “Saya sangat terkesan dengan kreativitas para perajin Vietnam”, serta “Saya sangat menyukai ide mengombinasikan kegiatan wisata budaya dengan pengalaman membuat produk kerajinan tangan sendiri…”

Di samping itu, reportase foto bertajuk “Bunga Bungur Hutan Bermekaran dengan Warna Ungu, Mempercantik Lereng Pegunungan Pesisir Gia Lai” juga menerima banyak komentar positif. Banyak pendengar menyampaikan kekaguman mereka atas keindahan “hamparan bunga bungur hutan yang sedang bermekaran”: “Bunga bungur hutan sangat indah”, “Sungguh menyegarkan untuk dilihat”, “Saya berharap bisa datang ke sana untuk langsung menikmati hutan bunga bungur”.

“Saya sudah mendengarkan dan membaca artikel tentang Pasar Tinh Bien, Provinsi An Giang. Saya sangat tertarik dengan buah siwalan, salah satu produk khas di Tinh Bien. Apa keistimewaan buah tersebut dan bagaimana cara masyarakat Vietnam mengolahnya? Terima kasih”.

Demikian pertanyaan pendengar Hanana dari Bekasi setelah mendengarkan reportase bertajuk: “Pasar Tinh Bien – Surga Produk Khas Daerah Perbatasan”. Berikut adalah jawaban kami atas pertanyaan tersebut:

Buah siwalan adalah salah satu produk khas di Provinsi An Giang, khususnya daerah Tinh Bien – tempat yang dijuluki sebagai “tanah siwalan”. Buah siwalan sekilas mirip buah kelapa, namun ukurannya hanya seperempat atau seperlimanya. Masyarakat setempat biasanya mengolah siwalan menjadi berbagai makanan dan minuman yang menggugah selera. Daging siwalan bisa dimakan segar atau dikombinasikan dengan gula, es, dan santan untuk membuat es kolak siwalan. Selain itu, buah siwalan juga diolah menjadi selai, kue, serta berbagai hidangan penutup lainnya. Tidak hanya bagian buahnya saja, air dan nira pohon siwalan juga dimanfaatkan untuk membuat minuman dan gula siwalan tradisional.

Secara khusus, gula siwalan An Giang merupakan produk khas yang terkenal dengan rasa manis segar serta aromanya hampir mirip dengan karamel. Gula ini digunakan dalam beberapa hidangan tradisional masyarakat Vietnam. Oleh karena itu, siwalan bukan sekadar produk unggulan yang memberikan nilai ekonomi, melainkan turut menciptakan ciri khas dalam budaya kuliner masyarakat di daerah perbatasan An Giang.

Semoga jawaban tersebut dapat membantu Anda lebih memahami buah siwalan serta cara pengolahannya di Vietnam. Pada kesempatan ini, kami juga ingin bertanya kepada pendengar Hanana dan para pendengar di Indonesia: Apakah di Indonesia juga ada jenis buah yang mirip buah siwalan di Vietnam ? Di daerah mana pohon ini biasanya banyak tumbuh dan bagaimana masyarakat Indonesia mengolahnya? Kami sangat menantikan tanggapan dari Anda sekalian.

Para pendengar yang budiman, sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, Anda dapat mengakses situs web vovworld.vn atau mengirimkan email/surel ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.