Hien Luong: Jembatan Terpendek untuk Perjalanan Terpanjang Bangsa
30/04/2026 11:06
[VOVWORLD] - Pada hari-hari bersejarah di bulan April, ketika Vietnam memperingati HUT ke-51 tahun Hari Pembebasan Vietnam Selatan dan penyatuan tanah air (30 April 1975 – 30 April 2026), Sungai Ben Hai dan Jembatan Hien Luong (Provinsi Quang Tri) kembali menjadi destinasi bagi langkah-langkah yang ingin kembali ke asal-usul sejarah.
Terletak di garis lintang ke-17, yang pernah menjadi garis demarkasi militer sementara yang memisahkan Vietnam Utara dan Selatan selama 21 tahun berdasarkan Perjanjian Jenewa tahun 1954, kompleks situs peninggalan sejarah di kedua tepi Hien Luong-Ben Hai tidak hanya menjadi saksi dari masa penuh kesulitan dan pengorbanan, tetapi juga merupakan simbol yang bersinar bagi semangat persatuan besar dan hasrat perdamaian bangsa Vietnam. Foto arsip: VNA
Pertempuran “adu pengeras suara” dan “adu bendera” berlangsung sengit di garis demarkasi, mencerminkan tekad dan keyakinan yang teguh dari tentara dan rakyat Vietnam Utara yang selalu mengarah ke Vietnam Selatan yang merupakan bagian tak terpisahkan. Foto arsip: baotanglichsu.vn
Perang warna cat di badan jembatan: Pemerintah Vietnam Selatan dahulu mengecatnya dengan warna biru, sementara Vietnam Utara mengecatnya dengan warna kuning, tetapi hati orang-orang Vietnam di kedua ujung jembatan selalu berdetak dalam satu irama persatuan.
Pemandangan ke arah selatan dari Jembatan Hien Luong. Jembatan bersejarah ini dibangun oleh penjajah Prancis pada tahun 1952 dan dihancurkan oleh bom Amerika Serikat pada tahun 1967. Pada tahun 2002, jembatan ini direstorasi dan diresmikan kembali pada tanggal 18 Mei 2003.
Tugu monumen “Hasrat Penyatuan” di tepi selatan Sungai Ben Hai– menggambarkan sosok seorang ibu dan anak yang memandang ke arah utara, melukiskan rasa sakit akibat perpecahan serta keyakinan akan hari ketika tanah air kembali menyatu.
Jembatan Hien Luong dan bagian ujung jembatan di sisi utara dilihat dari tepi selatan.
Slogan “Vietnam damai, bersatu, merdeka, demokratis, dan sejahtera selamanya” bukan hanya sekadar sebuah spanduk, melainkan juga sumpah yang teguh dan harapan yang membara dari seluruh bangsa selama 21 tahun perpecahan.
Menara bendera Hien Luong dengan bendera nasional seluas 108 m² berkibar dengan penuh kebanggaan, menjadi simbol pelestarian dan vitalitas abadi bangsa Vietnam.
Lukisan keramik di kaki tiang bendera garis demarkasi mengabadikan sejarah dan harapan Hien Luong
Museum di Situs peninggalan sejarah dua tepi Hien Luong – tempat menyimpan artefak tak ternilai dari masa “darah dan bunga” di tanah api Quang Tri
Wisatawan mancanegara mengunjungi dan mempelajari sejarah di Jembatan Hien Luong – yang kini telah menjadi destinasi edukasi tentang perdamaian bagi sahabat dari seluruh dunia. Foto: Vinh Thong/VOV
Orang-orang sering mengatakan bahwa Hien Luong adalah jembatan terpanjang di dunia. Karena untuk menyeberangi bagian sungai yang panjangnya kurang dari 200 meter ini, bangsa Vietnam telah membutuhkan waktu 21 tahun penuh dengan hasrat yang membara untuk penyatuan.
Wajah baru Situs Peninggalan Sejarah Nasional Istimewa Dua Tepi Hien Luong-Ben Hai setelah renovasi terbesar dalam 20 tahun terakhir, siap menyambut pengunjung pada peringatan HUT ke- 51 Hari Penyatuan Tanah Air (30 April 1975 – 30 April 2026). Foto: Vinh Thong-VOV
Tag:
TAG
VOV/VOVWORLD/Jembatan Hien Luong/HUT ke- 51 Hari Penyatuan Tanah Air/Provinsi Quang Tri