VOV WorldVOV World
Asosiasi Benda Pusaka ThangLong, tempat melestarikan nilai budaya kebendaan bangsa
07/12/2011 08:36
Benda antik adalah keramat maka kita harus belajar bagaimana memperlakukan benda antik. Selain tujuan keuntungan, peminat benda antik harus orang yang berbudaya, sukarela dengan hati dan perasaannya untuk menjaga nilai budaya kebendaan bangsa.Benda antik adalah keramat maka kita harus belajar bagaimana memperlakukan benda antik. Selain tujuan keuntungan, peminat benda antik harus orang yang berbudaya, sukarela dengan hati dan perasaannya untuk menjaga nilai budaya kebendaan bangsa.
Asosiasi Benda Pusaka ThangLong, tempat melestarikan nilai budaya kebendaan bangsa
          Benda antik adalah  keramat maka kita harus belajar bagaimana memperlakukan benda antik. Selain tujuan keuntungan, peminat benda antik harus orang yang berbudaya, sukarela dengan hati dan  perasaannya untuk menjaga nilai budaya kebendaan bangsa. Demikian dikatakan oleh bapak Dao Phan Long, Ketua Asosiasi Benda Pusaka Thang Long mengenai aktivitas Asosiasinya. Benda antik adalah  keramat maka kita harus belajar bagaimana memperlakukan benda antik. Selain tujuan keuntungan, peminat benda antik harus orang yang berbudaya, sukarela dengan hati dan perasaannya untuk menjaga nilai budaya kebendaan bangsa.                  Genderang perunggu Vietnam     (Foto: Internet)               Di kalangan para kolektor dan peminat pusaka di kota Hanoi tidak ada  yang tidak mengenal bapak Phan Dinh Nhan, orang pertama yang mendirikan Asosiasi Benda Pusaka Thang Long, sekaligus  adalah seorang peneliti, kolektor benda antik yang terkenal di kota Hanoi. Rumahnya terletak di satu jalan di kota Hanoi juga adalah salah satu museum swasta pertama yang memamerkan benda-benda antik yang bernilai yang dia cari dan dia koleksi selama 30 tahun ini. Kumpulan koleksinya terdiri dari ratusan benda antik yang berpenanggalan dari dinasti feodal Ly pada abad ke 10 dan abad ke 11 sampai dinasti feodal Nguyen pada abad ke 19, diantaranya  ada benda-benda antik yang berkaitan dengan kehidupan spirituil orang Vietnam dari masa dulu. Diantaranya ada benda-benda yang tergolong Benda Pusaka Nasional. Diantara benda antik yang dipamerkan oleh bapak Phan Dinh Nhan, ada benda-benda pusaka yang sudah sangat langka seperti misalnya alat belajar dari para calon ujian pada dinasti Ly pada lebih dari seribu tahun lalu seperti, pena berbulu, kertas, dan benda-benda pemberian raja seperti topi, tabung penyimpan surat pengangkatan, kartu perintah, stempel dan lain-lain. Menurut bapak Phan Dinh Nhan, lahirnya Undang-Undang tentang Warisan Budaya tahun 2001 telah membuka kesempatan bagi usaha konservasi dan pengembangan nilai dari benda warisan dan benda pusaka. Negara mendorong dan memberikan bantuan kepada para kolektor benda antik untuk melakukan pameran, perkenalan kepada massa rakyat, oleh karena itu, semua aktivitas temu pertukaran, pameran benda antik baru bisa disosialisasikan secara lebih luas. Justru bapak Phan Dinh Nhan adalah salah seorang yang telah turut menciptakan perubahan itu. Bapak Phan Dinh Nhan mengatakan