VOV WorldVOV World
ASEAN-50 tahun musyawarah dan mufakat untuk berkembang
06/08/2017 10:30
(VOVWORLD) - Saudara pendengar, pada 50 tahun lalu, ASEAN lahir dengan 5 negara anggota yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura. Setelah terbentuk dan berkembangnya, ASEAN telah mencatat banyak tonggak penting dari kerjasama perkembangan baik intrakawasan maupun ekstrakawasan, menegaskan posisi satu organisasi yang kuat, konektivitas yang semakin ekstensif dan intensif dan merupakan mitra yang tidak bisa kurang bagi negara-negara di dunia. Sehubungan dengan peringatan ultah ke-50 Hari berdirinya ASEAN (8/8/1967-8/8/2017), kami memperkenalkan satu program siaran khusus dengan tema: “ASEAN-50 tahun musyawarah dan mufakat untuk berkembang”.
  Saudara pendengar, masa 50 tahun berdirinya ASEAN merupakan kesempatan untuk meninjau kembali proses perkembangan dan memperkokoh kepercayaan dan tenaga pendorong bagi penggalan jalan selanjutnya. Marilah Anda Sekalian bersama-sama dengan kami mengikhtisarkan kembali tonggak-tonggak paling bermakna yang ditempuh oleh ASEAN selama 50 tahun ini melalui yang dihimpun oleh wartawan VOV. 1-    Pada tanggal 8 Agustus 1967, Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang meliputi Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura telahdibentuk di atas dasar Pernyataan Bangkok dengan tujuan memperkuat kerjasama ekonomi dan  sosial-budaya antar-negara anggotanya dan melakukan integrasi secara lebih intensif  kepada kawasan dan dunia. Pada 8/8/1967 ASEAN resmi dibentuk   2-    Pada tahun 1976, ASEAN mengeluarkan Pernyataan tentang kerukunan ASEAN (Pernyataan Bali I) memanifestasikan tekad melakukan kerjasama regional dan menyampaikan pesan keakraban dan kerjasama demi perdamaian dan keamanan bersama di kawasan, memecahkan bentrokan dan sengketa dengan perundingan damai dengan negara-negara lain di kawasan melalui Traktat Kerakraban dan Kerjasama Asia Tenggara (TAC). KTT pertama dari ASEAN diadakan di Bali, Indonesia 3-    Pada tahun 1992, ASEAN telah menandatangani perjanjian kerangka tentang program prioritas tarif yang berlaku bersama untuk Zona Perdagangan Bebas ASEAN (CEPT/AFTA), memulai proses liberalisasi ekonomi kawasan. Juga pada tahun 1992, ASEAN mengeluarkan Pernyataan tentang Laut Timur yang menetapkan prinsip memecahkan semua kontradiksi di kawasan ini dengan langkah damai.  4-    Dari tahun 1993-1994, ASEAN mulai memperluas hubungan luar negeri, mendorong dialog keamanan di kawasan melalui pembentukan Forum Regional ASEAN pada Konferensi Menteri ASEAN ke-26 yang diadakan di Singapura pada Juli tahun 1993. Pada tahun 1995, ASEAN menandatangani Perjanjian tentang kawasan Asia Tenggara tanpa senjata nuklir (SEANWFZ), menyambut gerakan perlucutan senjata yang sedang berlangsung secara kuat di dunia pasca Perang Dingin dan merealisasikan Pernyataan tentang Kawasan Damai, Bebas dan Netral-pernyataan ZOPFAN tahun 1971. 5-    Dari tahun 1995-1997, ASEAN memulai proses perluasan dengan menerima Vietnam menjadi anggota pada tanggal 28 Juli 1995. Mengarah ke target perluasan yang meliputi 10 negara Asia Tenggara, ASEAN telah mengesahkan Visi ASEAN 2020 pada bulan Desember 1997. Pada tahun 1999, Kamboja diterima menjadi anggota, menyelesaikan tujuan ASEAN menjadi satu organisasi regional dengan  10 negara anggota Asia Tenggara. Upacara menerima Vietnam menjadi anggota ASEAN 6-    Pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-8 yang diadakan di Kamboja pada November 2002, Perdana Menteri Singapura telah mengeluarkan ide pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC). Pada tahun 2003, Indonesia merekomendasikan pembentukan Komunitas Keamanan (ASC) untuk menegakkan lingkungan yang damai dan stabil, memecahkan semua sengketa dengan langkah damai. Kemudian, untuk menciptakan keseimbangan dalam perkembangan, ASEAN telah juga sepakat membentuk Komunitas Sosial-Budaya. 7- Juga pada Konferensi Tingkat tinggi ASEAN ke-8, ASEAN dan Tiongkok menandatangani DOC untuk mengusahakan solusi damai atas masalah Laut Timur. 8-    Pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-9 yang diadakan di Bali, Indonesia pada Oktober 2003, ASEAN telah mengeluarkan pernyataan Kerukunan ASEAN II (Pernyataan Bali II), menegaskan tekad membangun Komunitas ASEAN berdasarkan pada tiga pilar: Komunitas Keamanan (ASC), Komunitas Ekonomi (AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya (ASCC). 9-    Pada tanggal 20 November 2007, Piagam ASEAN ditandatangani dan menjadi efektif dari tanggal 15 Desember 2008. Ini adalah satu langkah perkembangan yang paling penting bagi ASEAN sejak terbentuk, menciptakan fundasi hukum bagi ASEAN untuk membangun satu komunitas tunggal.  PM Malaysia menyampaikan Pernyataan-pernyataan penting kepada Sekjen ASEAN, Le Luong Minh (Foto :VOV) 10- ada tanggal 31 Desember 2015, Komunitas ASEAN resmi lahir, membuka satu periode konektivitas baru yang lebih intensif dan ekstensif dari ASEAN. Dengan jumlah penduduk sebanyak 625 juta jiwa, ASEAN merupakan satu komunitas kebudayaan yang variatif, kaya dengan identitas tradisional. Tujuan perkembangan ASEAN juga  demi  rakyat, mengambil rakyat sebagai sentral. Jadi bagi para warga negara ASEAN  sendiri apa yang mereka ketahui dan mengerti tentang Komunitas-nya? 1-Saudara Nguyen Anh Hung, pemilik tokoh barang suvenir di Jalan Hang Gai, nomor 80, Kota Hanoi. “Wisatawan Barat banyak sekali. Saya tidak tahu tentang wisatawan ASEAN. Hanya mengenal Thailand saja. Dulu, saya menggunakan bahasa Inggris. Tapi karena jumlah wisatawan Thailand yang berwisata di Vietnam semakin banyak, maka saya harus menyesuaikan diri. Harus belajar beberapa kata bahasa Thai untuk menjual barang. Ketika melihat saya berbahasa Thai, mereka merasa heran. Merasa gembira dan kadang-kadang membeli barang lebih banyak.     2-Saudara Truong Minh Duc, personil Grup Telekomunikasi Vinaphone, Kota Hanoi.   “Saya tidak tahu berapa jumlahnya negara-negara ASEAN, tapi saya tahu kesebelasan mana yang ikut serta dalam Seagames. Seagames 29 akan segera datang. Harus menyemangati kesebelasan Vietnam. Kali ini, Malaysia mengusah peraturan klasifikasi. Tapi bagaimanapun Vietnam selalu bertemu dengan kesebelasan-kesebelasan yang kuat”.     3-Saudari Phan Huyen My, 19 tahun, siswa kursus Film Cerita dari Pusat Membantu Pengembangan Bakat Perfilman Vietnam. “Warga ASEAN sedikit  mengetahui perfilman satu sama lain. Mereka lebih berkenalan dengan film dari Hollywood. Hanya ada film dari Thailand yang diputar di bioskop. Kalau karya-karya perfilman ASEAN diputar secara lebih luas lagi, maka warga ASEAN akan lebih mengerti tentang kebudayaan negara-negar di sekitarnya”. 4-Bapak Nguyen Dang Trung, Wakil Kepala Direktorat ASEAN dari Kementerian Luar Negeri Vietnam.    “Situasi kekurangan informasi serta keterbatasan pemahaman tentang ASEAN merupakan satu kenyataan yang sedang ada di kalangan negara-negara ASEAN, termasuk juga Vietnam. Usaha start-up yang dilakukan secara sukses oleh badan-badan usaha di negara-negara ASEAN yang lain akan turut mengubah pemahaman tentang integrasi. Artinya, satu badan usaha kecil bisa mencapai sukses di kawasan dan dengan demikian akan terbentuk pola pikir dan visi yang berkaliber regional untuk komunitas badan usaha dan para pengelola pada umumnya dan warga pada khususnya. Keberhasilan yang dicapai oleh badan usaha start-up ASEAN akan memperkuat temu pergaulan sosial-budaya internal  bagi warga asosiasi. Saya menilai ini adalah satu segi yang positif ketika badan usaha start-up ikut serta dalam integrasi ASEAN”.   5-Saudari Hoang Minh Phuong, 32 tahun dari Perusahaan Pariwisata Atravelmate. “Saya telah mengunjungi hampir semua negara ASEAN, kecuali Brunei Darusalam dan Timor Leste. Selama beberapa tahun ini, karena kebijakan buka pintu tentang pariwisata dan konektivitas trayek penerbangan langsung dari Kota Hanoi atau Kota Ho Chi Minh ke negara-negara di kawasan, maka jumlah wisatawan dari Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina yang berwisata di Vietnam sangat banyak dan sebaliknya. Ketika melakukan temu kerja dengan para rekan dari Laos, Thailand dan Kamboja, saya berhasil belajar banyak hal tentang kerajinan dan semangat mengatasi kesulitan dalam bisnis. Tentang masakan, saya menyukai masakan Thailand. Masakan Thailand juga sangat disukai oleh orang Vietnam, masakan mereka  sesuai dengan selera orang Vietnam”. 6-Saudari Nguyen Anh Duong, 20 tahun, mahasiswi Universitas Thang Long. Bisa dilihat bahwa  bukan semua orang mengerti secara jelas dan mendalam  tentang ASEAN begitu pula kepentingan-kepentingan mereka yang nikmati. Dan itu juga merupakan hal yang tidak bisa diingkari tentang perbedaan dalam satu komunitas multinasional dengan multibudaya dan multiagama, tarap perkembangan dan khususnya  ialah sistim politik. Oleh karena itu, untuk bisa berkembang secara kuat, menjadi satu kawasan yang punya suara dan posisi penting di peta  dunia, maka musyawarah dan mufakat justru  merupakan faktor  teras ASEAN. **Di atas dasar musyawarah dan mufakat itu, ASEAN telah mendrong mekanisme-mekanisme intra kawasan dan ekstra kawasan seperti Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM), Konferensi ASEAN dan negara-negara  mitra ASEAN+, Zona Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA), Forum Regional ASEAN (ARF) dan lain-lain, juga memberikan suara dalam memecahkan masalah-masalah politik dan keamanan di gelanggang internasional dengan  langkah damai dan menghormati resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ketika posisi dan suara ASEAN diakui dan dihargai, hal itu juga memberikan kepentingan yang tidak sedikit kepada negara-negara anggota sendiri, termasuk Vietnam.  Marilah  Anda Sekalian mengikuti  reportase  dengan judul: