Keunikan Seni Sulaman Tangan pada Kain Beludru
12/04/2026 09:13
[VOVWORLD] - Berkat keterampilan para pengrajin, sulaman tangan tradisional pada kain beludru tidak hanya menciptakan gambar yang hidup, tetapi juga menghadirkan nafas budaya Vietnam. Setiap produk beludru bersulam yang sampai ke tangan konsumen merupakan hasil dari perjalanan kreatif yang penuh ketekunan.

vov5_van_hoa-anh_1.jpg Ao dai beludru bersulam adalah salah satu simbol budaya fesyen Vietnam. Foto: Disediakan oleh Toko jahit Tho Kain beludru memiliki permukaan yang lembut, berkilau, dan mewah, sehingga mampu memancarkan keanggunan seorang wanita. Meskipun sudah ada sejak lama, teknik menenun kain beludru yang sangat rumit membuat bahan beludru identik dengan kalangan bangsawan di masa lampau. Kain beludru sering dianggap memberikan kesan pemakainya terlihat lebih tua dan hanya cocok dikenakan pada musim dingin. Namun dewasa ini, melalui teknik sulaman tangan dan pemilihan bahan yang cermat, busana beludru seolah mendapatkan napas baru. Sebagai seorang desainer yang khusus mendesain produk berbahan beludru, Nguyen Thanh Tam menuturkan: Dahulu, áo dài (busana tradisional Vietnam) berbahan beludru bersulam hanya diperuntukkan bagi wanita paruh baya. Sehingga ketika dipakai, kesannya agak tua. Namun saat ini kami menyasar pasar yang lebih muda dengan menghadirkan motif sulaman yang lebih segar. Kami mengangkat tema-tema budaya bangsa dan warisan Vietnam ke dalam desain sulaman tersebut. Tidak hanya bunga teratai, saya juga pernah menyulam motif khas Dinasti Nguyen atau simbol berbagai warisan di Hanoi seperti Kuil Sastra, Kuil Ngoc Son, pasar bunga, dll. vov5_van_hoa-anh_2.jpg Gaun beludru, syal beludru, tas beludru… dengan motif sulaman tangan yang sangat indah. Foto: Disediakan oleh Toko jahit Tho Untuk memberikan napas kontemporer pada produk-produk beludru polos tradisional, para pengrajin sulam terus berinovasi mencari arah baru. Dengan tangan terampil mereka, setiap jahitan berubah menjadi bunga yang mekar, lukisan Hang Trong (arus lukisan rakyat Vietnam), atau gambar desa dataran tinggi dan sawah terasering saat musim panen - semuanya dihadirkan secara nyata pada kain beludru. Menggeluti kerajinan sulaman tangan tradisional selama 20 tahun, pengrajin sulam Nguyen Thi Tuyet menuturkan: Memilih benang merupakan tahap terpenting dalam sulaman. Saat memilih benang, Anda harus membuat sketsa desain dan warna yang sesuai. Pilihan benang sulaman juga bergantung pada usia pemakainya. Misalnya, untuk anak muda, Anda akan memilih warna-warna cerah dan berani. Sementara untuk usia paruh baya, pilihan jatuh pada warna-warna yang lebih kalem atau teduh. Menyulam pada beludru sangat sulit; jika Anda membuat kesalahan, Anda tidak dapat memperbaikinya, itulah mengapa tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi dibandingkan jenis kain lainnya. Menyulam di atas kain beludru merupakan sebuah bentuk seni yang menuntut keahlian tinggi, sebab kain ini mudah kusut dan seratnya akan rusak jika tidak dikerjakan dengan terampil. Seorang penyulam harus mampu mengontrol tekanan jarum dan ketegangan benang dengan dengan ketelitian yang sangat tinggi. Setiap jahitan bukan hanya soal teknik, tetapi juga kesabaran dan keterampilan terhadap produk. Áo dài beludru bersulam merupakan salah satu simbol budaya fesyen Vietnam. Berbeda dengan áo dài beludru polos biasa, áo dài beludru bersulam tidak hanya memukau secara visual tetapi juga dicintai banyak orang karena keindahan unik dari motif-motif sulamannya. vov5_van_hoa-anh_3.jpg Pakaian beludru tradisional kini menjadi lebih muda, mudah diakses, dan cocok untuk dikenakan sehari-hari. Foto: Disediakan oleh Toko jahit Tho Selain áo dài, dewasa ini, para desainer Vietnam telah menciptakan produk-produk yang sangat praktis untuk kehidupan sehari-hari, seperti gaun beludru, syal beludru, tas beludru, hingga aksesori beludru dengan motif-motif sulaman tangan yang indah. Vu Thi Huong Giang, manajer toko penjahit Tho, mengatakan: Motif sulaman bukan sekadar elemen dekoratif; melainkan cermin gaya dan kepribadian pemakainya. Motif seperti naga, barongsai, kura-kura, dan phoenix sering digunakan dalam acara formal untuk menunjukkan posisi seorang wanita. Sementara itu, motif bunga dan alam sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika produk-produk industri semakin umum, sulaman tangan pada kain beludru tetap mempertahankan posisinya karena keunikan dan nilai kerajinan tangan yang tak tergantikan. Melalui pakaian ini, pemakainya tidak hanya merasakan ketajaman setiap benang sulaman tangan dan kain beludru berkualitas tinggi, tetapi juga merasa bangga karena telah berkontribusi pada pelestarian budaya tradisional agar tidak punah tertelan zaman.
TAG
VOV/VOVWORLD/Seni Sulaman Tangan/Kain Beludru
Related








