Pada bulan Maret, ketika saat pohon Blang (pohon kapuk merah) mulai bermekaran, masyarakat etnis M’nong di Daerah Dataran Tinggi Tay Nguyen kembali menyelenggarakan Upacara Tăm Blang m’prang bon (yang juga dikenal sebagai Upacara memagari desa dan menanam pohon Blang). Bagi masyarakat M’nong, pohon Blang melambangkan keyakinan akan kekuatan spiritual para dewa yang melindungi dan mengayomi desa untuk dalam mengatasi melewati segala rintangan. Oleh karena itu, festival ini diadakan untuk sebagai bentuk bersyukursyukur kepada Dewa Blang yang telah melindungi penduduk desa, sekaligus memohon cuaca yang baik dan panen yang berlimpah. Berikut ini, penyiar… akan menyampaikan Reportase dengan judul: “”
Sebelum upacara pemujaan berlangsung dimulai,sesepuh desa dan orang yang berwibawa tokoh masyarakat mengumpulkan warga untuk menyepakati tanggal perayaan dan lokasi penanaman pohon Blang. Selain itu, serta memberikan dilakukan pula pembagian tugas yang secara spesifik kepada bagi setiap orang di dalam penduduk desa. Para pemuda pergi ke hutan untuk memilih batang bambu yang paling bagus terbaik guna mendirikan pohon Neu (tiang ritual), sementara kaum para wanitaperempuan bertugas mengurus menyiapkan peragian arak guci, memasak nasi, dan serta berlatih menari serta dan menyanyi... Pada hari puncak perayaan, ritual-ritual dalam Upacara Memagari Desa dan Menanam Pohon Blang pun diselenggarakan dengan sangat khidmat.
V6 13-19/04 SMDT NEN
Sejak pagi buta, banyak warga telah berkumpul di pelataran Rumah Budaya Komunitas Desa Jarah, Kecamatan Nâm Nung, Provinsi Lâm Đồng, untuk berpartisipasi dalam Upacara Tăm Blang m’prang bon. Di tengah suasana meriah kemeriahan dari alunan suara gong, serta dan warna-warni kain tenun tradisional yang cerah, masyarakat dengan wajah berseri-seri menari mengikuti irama gong "Menyambut Tamu". Y’ Bằng, seorang pemuda M’nông yang mengikuti hadir dalam festival tersebut, berbagi:
“Hari ini saya bergabung dengan rombongan Desa Jarah untuk menyelenggarakan upacara Tăm blang mprang ƀon. Warga di sini selalu melestarikan budaya tradisional dari generasi ke generasi secara turun temurun; identitas budaya tradisional ini tidak akan pernah bisa kami ditinggalkan."
Upacara Memagari Desa dan Menanam Pohon Blang merupakan sebuah ritual pemujaan yang pentingsakral, sehingga seluruh prosesinya dijalankan sesuai dengan tradisi yang ada. Dukun pada upacara Tăm Blang m’prang bon tahun ini adalah Ibu H’Đêm, seorang seniman serba bisa di Desa Jarah, Kecamatan Nâm Nung. Ibu H’Đêm menyatakan bahwa upacara Tăm Blang m’prang bon diselenggarakan setelah musim panen berakhir:
"Dalam Upacara Tăm Blang m’prang bon, saya mewakili warga desa berdoa memohon kepada dewa agar mengampuni segala dosa penduduk desa dan memohon perlindungan dari dewa agar desa senantiasa aman dan damai."
Di tempat lokasi ini upacara, warga telah menyiapkan berbagai sajian sesaji untuk dipersembahkan kepada para dewa telah dipersiapkan oleh warga. Sesajian tersebut terdiri dari 3 guci arak, satu kepala babi, lilin lebah, arang yang dibalut kapas, seikat benang putih yang diolesi darah ayam, serta patung-patung tiruan miniatur hewan ternak seperti kerbau, sapi, kambing, ayam. Tak ketinggalanberbagai hasil pertanian, dan hidangan-hidangan tradisional suku M’nông. Dan satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah pohon Blang yang digunakan untuk memagari desa.
Setelah pembacaan doa, pemimpin ritual mempersilakan Tetua Adat untuk menyesap arak guci dari melalui sedotan bambu, dan secara resmimenyatakan sebagai tanda upacara dimulainya upacara secara resmi. Tim gong dan penari Xoang membentuk lingkaran, menampilkan pertunjukan-pertunjukan yang memukau.
Seniman Unggul Y Xuyên, Tetua Adat bon Jarah, menyampaikan bahwa ini adalah ritual turun-temurun suku M’nông ini yang merupakan menmanifestasikanmanifestasi kegembiraan atas suksesnya panen setelah setahun terakhir meraih panen yang suksesdan kesehatan warga desa yang sehat serta harapan akan tahun baru yang lebih baik. Tetua Adat Y Xuyên dengan bangga membagikan kabar mengabarkan bahwa Upacara Tăm Blang m’prang bon baru saja diakui oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional.
"Makna utama dari Tăm Blang m’prang bon adalah untuk melindungi, mencegah orang jahat menghasut dan merusak kedamaian desa, serta mengharapkan agar anak cucu tidak jatuh sakit, warga senantiasa sehat dan bahagia; agar ladang pertanian tidak dirusak oleh hewan liar maupun orang jahat. Ini adalah budaya tradisional dari masyarakat M’nông kami."
Setelah seluruh Usai prosesi ritual berakhir, pemimpin upacara mengundang warga dan para tamu untuk bersuka cita bersama. Di sekeliling api unggun yang mulai menyala, mereka menikmati arak guci arak, menikmati nasi bambu, dan daging panggang. dan bagian perayaan pun dimulai saat api unggun menyala. Warga mengundang para tamu untuk meminum arak guci, mencicipi hidangan-hidangan khas yang dipetik langsung oleh masyarakat dari hutan maupun ladang, serta berinteraksi dalam kesenian dan budaya tradisional. Upacara Memagari Desa dan Menanam Pohon Blang ini juga menjadi momentum bagi generasi pendahulu untuk mengajarkan anak cucu mereka agar bersama-sama menjaga dan melestarikan keindahan identitas etnisnya./.







