Menurut Menteri Ngo Van Tuan, salah satu tugas penting adalah menerjemahkan berbagai arah kerja sama menjadi proyek-proyek konkret guna menciptakan arus perdagangan dan investasi yang substansial.

“Dalam hubungan Rusia-ASEAN, Vietnam memiliki posisi khusus. Nilai perdagangan dengan Rusia mencapai sekitar 4,77 miliar dolar AS pada tahun 2025, atau sekitar seperempat dari total nilai perdagangan Rusia-ASEAN. Vietnam juga merupakan negara ASEAN pertama yang menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Dengan jaringan FTA yang luas, Vietnam dapat menjadi jembatan bagi dunia usaha Rusia untuk mengakses pasar ASEAN dan pasar internasional. Sementara itu, kawasan Timur Jauh Rusia dapat membuka peluang bagi dunia usaha Vietnam dan ASEAN untuk mengakses pasar Rusia dan kawasan ekonomi Eurasia.”

Pada dialog tersebut, Vietnam mengusulkan lima arah kerja sama utama, yang meliputi pengembangan rantai pasokan dan peningkatan perdagangan serta investasi; transportasi dan logistik; sains dan teknologi, transformasi digital dan kecerdasan buatan; energi dan pertumbuhan hijau; serta keuangan, investasi, pariwisata dan pertukaran antarmasyarakat.