Dalam pertemuan tersebut, Sekjen KS PKV sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Vietnam menghargai hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif dengan Amerika Serikat (AS) dan berharap bersama Pemerintahan Presiden Donald Trump terus mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil, substansial, efektif dan berkelanjutan.
Sekjen KS PKV sekaligus Presiden To Lam juga meminta AS untuk menerapkan pendekatan menyeluruh terhadap berbagai persoalan perdagangan yang masih ada. Beliau berharap kedua negara terus meningkatkan berbagai kegiatan untuk mendorong hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi bilateral berkembang secara substansial.
Pada hari yang sama, dalam pertemuan dengan kelompok anggota DPR AS yang dipimpin oleh Anggota DPR Gregory Meeks, anggota senior Komisi Urusan Luar Negeri DPR AS, Sekjen KS PKV sekaligus Presiden To Lam meminta anggota DPR dan Kongres AS untuk terus mendukung hubungan kedua negara, serta meningkatkan pertukaran delegasi dan interaksi antara komisi-komisi terkait, kelompok legislator persahabatan dan para asistan legislator.
Kedua pihak juga diharapkan mendorong perdagangan yang bebas, adil, seimbang dan berkelanjutan, serta segera menyelesaikan negosiasi mengenai Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang adil dan seimbang.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Vietnam juga ingin memperkuat kerja sama dengan AS di bidang sains dan teknologi, inovasi kreatif, transformasi digital, serta industri teknologi tinggi. Beliau meminta Kongres AS untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap kerja sama dalam mengatasi dampak perang, pertahanan dan keamanan, kerja sama antardaerah, serta silaturhami rakyat; sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi komunitas Vietnam di AS untuk berkembang, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat dan menjadi jembatan persahabatan antara kedua negara.
Sementara itu, anggota DPR Gregory Meeks menegaskan bahwa AS menghargai hubungan dengan Vietnam serta peran kerja sama parlementer. Ia menyatakan keinginan untuk terus mendorong interaksi dan pertukaran antara parlemen kedua negara; sekaligus menegaskan komitmen untuk terus membantu Vietnam dalam mengatasi dampak perang, termasuk penanganan bom, ranjau dan bahan peledak yang masih tersisa akibat perang, penanganan pencemaran dioksin, pemberian dukungan bagi penyandang disabilitas, serta mendampingi Vietnam dalam pelaksanaan Kampanye 500 Hari Siang dan Malam untuk mencari, mengumpulkan, dan mengidentifikasi kerangka para martir Vietnam yang hingga kini belum diketahui informasi atau hilang dalam perang.






