Dalam pertemuan tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam meminta USTDA untuk memperkuat koordinasi dengan kementrian, lembaga,dan pelaku usaha Vietnam untuk memilih sejumlah proyek strategis yang memiliki dampak luas untuk difokuskan dalam pemberian dukungan, terutama di bidang energi dan jaringan listrik, infrastruktur digital dan pusat data, penerbangan, pelabuhan laut, logistik serta transportasi modern.
Sekjen sekaligus Presiden To Lam juga meminta USTDA untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap bidang-bidang baru yang memiliki kandungan teknologi dan nilai tambah tinggi, seperti kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital yang aman, jaringan listrik pintar, keamanan energi, serta solusi untuk mendukung transisi hijau; dan meningkatkan konektivitas antara perusahaan-perusahaan teknologi, keuangan dan infrastruktur terkemuka AS dengan para mitra Vietnam.
Sementara itu, Thomas R. Hardy menegaskan bahwa USTDA memandang Vietnam sebagai mitra penting di kawasan Indo-Pasifik dan ingin terus mendampingi Vietnam dalam mempersiapkan dan mengembangkan proyek-proyek berkualitas tinggi. Ia menegaskan bahwa USTDA akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga dan perusahaan Vietnam, dengan berfokus pada proyek-proyek konkret, implementatif dan dampak luas, serta mendorong konektivitas antara kebutuhan pembangunan Vietnam dengan teknologi, sumber daya dan perusahaan-perusahaan AS.






