Langkah ini dilaksanakan hampir sepekan setelah Washington menyatakan tidak memuaskan usulan mengenai kerangka negosiasi awalnya dari Teheran yang meliputi 3 tahap. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) negara ini menegaskan Teheran tetap memprioritaskan penghentian sepenuhnya konflik dan menjamin perdamaian yang berjangka panjang.
Pada hari yang sama, Kemlu Iran mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, pada 1 Mei, melakukan pembicaraan telepon dengan Menlu asal 5 negara di kawasan termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Berbagai diskusi memusat pada beberapa inisiatif terkini untuk menghentikan konflik yang dicanangkan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Tetapi, hasil konkretnya belum diumumkan.
Sementara itu, Pemerintah AS, pada 1 Mei mengumumkan sanksi baru yang terkait Iran untuk kali kedua dalam waktu hampir sepekan terhadap satu kapal dan beberapa individu dan wujud.
Dalam satu perkembangan terkait di lapangan yang sangat diperhatikan, media regional pada 1 Mei malam mengutip kata-kata seorang pejabat AS yang memberitahukan bahwa kapal induk USS Gerald R.Ford telah resmi meninggalkan Timur Tengah dan berada di bawah tanggung jawab Komando Eropa.






