Pada pembicaraan tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa langkah untuk segera membawa nilai perdagangan bilateral mencapai 60 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030, mendorong pembukaan pasar untuk jeruk bali berkulit hijau Vietnam dan anggur Jepang, sepakat melaksanakan berbagai proyek kerja sama ODA di sektor adaptasi dengan perubahan iklim. PM Le Minh Hung menekankan:
“Saya ingin bersama dengan PM Jepang mendiskusikan secara intensif, ekstensif dan substansial semua arahan besar dan langkah konkret untuk terus membawa hubungan Kemitraan strategis komprehensif Vietnam-Jepang semakin berkembang secara lebih mendalam, lebih kaya-raya dan efektif di semua sektor yang menjadi minat bersama. Ini juga adalah semua motor penggerak utama bagi perkembangan kedua negara”.
Di pihaknya, PM Takaichi menegaskan Jepang dengan hormat menghargai hubungan dengan Vietnam, sebuah negara yang sedang melanjutkan ancang pertumbuhan yang kuat selaku mata rantai penting dalam rantai pasokan, sekaligus adalah negara yang menjalankan garis politik luar negeri yang mandiri, strategis dan berintegrasi internasional. Jepang ingin memperkuat hubungan Kemitraan strategis komprehensif Vietnam-Jepang, bersama berkoordinasi merealisasi dan memperdalam lebh lanjut visi tentang sebuah kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Kedua PM sepakat terus memperkuat kepercayaan politik, menggelar dengan efektif berbagai mekanisme kerja sama di berbagai sektor. Tentang ekonomi, kedua PM sepakat memperdalam kerja sama ekonomi melalui kerja sama perdagangan dan investasi serta ODA, terus mendorong sinkronisasi berbagai isu kerja sama dalam rangka inisiatif Jepang di kawasan.
Kedua PM sepakat mengaktifkan kembali Komite Gabungan Vietnam-Jepang tentang kerja sama sains-teknologi pada tahun 2026. Jepang ingin terus mendukung Vietnam untuk meningkatkan kemampuan kemandirian teknologi di berbagai sektor yaitu kecerdasan buatan, semikoduktor dan angkasa luar, mendorong kerja sama di sektor ketenaga-kerjaan, daerah, silaturahmi rakyat, kebudayaan, pariwisata, pendidikan serta penyelenggaraan Forum kerja sama daerah Vietnam-Jepang yang kedua pada tahun 2026.






