Pada pekan lalu, saudara Eddy Setiawan di Jakarta mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada 18 dan 19 April dengan bentuk video. Dari Jawa Timur, saudara Safril Susanto mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada 21 April dengan SINPO 55545. Kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio pada tgl 20 April dari saudara Rob den Boer dari Belanda. Di samping itu, saudara Shivendu Paul, Najimuddin dan Siddhartha Bhattacharjee di India dan saudara Aqeel Bashir di Pakistan juga secara rutin mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio mingguan.

Secara pokoknya, kualitas gelombang siaran radio relatif stabil di kedua frekuensi 12020 Khz dan 9840 Khz. Kami berharap Anda Sekalian terus mengirimkan laporan hasil pemantauan siaran kepada kami agar kami dapat mengetahui situasi gelombang siaran di masing-masing daerah.

Pada pekan lalu, beberapa reportase yang memperkenalkan negara dan manusia Vietnam tetap menyerap perhatian dari para pendengar. Di bawa artikel yang bertajuk: “Lestarikan Ruang Arsitektur Desa Kerajinan”, saudara Subyarno Triyanto dan Agus Wijaya mengomentari: “Desa kerajinan tradisional di Vietnam perlu dikembangkan dan juga dilestarikan”, “Saya sempat mengunjungi Desa kerajinan keramik Bat Trang di Kota Hanoi, bahkan menawarkan pembuatan keramik di sana. Sangat tertarik. Saya berharap agar arsitektur desa kerajinan terus dilestarikan agar Desa Bat Trang semakin menarik kedatangan wisatawan”.

Di samping itu, di bawah berita : “Keanekaragaman Kuliner pada Festival Banh Mi Vietnam ke-4 Tahun 2026”, saudara Bambang di Jakarta bertanya: “Banh mi bukan sekadar hidangan yang menarik selera. Saya sangat ingin mencicipinya. Saya mau bertanya apa saja isian Banh mi Vietnam yang paling populer, dan apakah setiap daerah memiliki variasinya sendiri?"

Saudara Bambang yang budiman! Pertama-tama, mengenai isian populer, “Banh mi’ Vietnam biasanya dikombinasikan secara harmonis antara rasa asin, berlemak, asam, dan pedas. Isian yang paling familiar yaitu sosis daging babi, pate hati, perut babi goreng renyah, daging babi panggang, telur goreng, atau ayam suwir. Selain itu, ada komponen yang “tidak bisa kurang” seperti acar sayuran (wortel dan lobak), mentimun, daun ketumbar, serta saus seperti mentega, mayones, saus cabai, atau kecap.

Mengenai variasi regional, “Banh mi” di setiap daerah memiliki cita rasa uniknya sendiri. Di Vietnam Utara, khususnya Kota Hanoi, “Banh mi” biasanya lebih sederhana, menampilkan pate, sosis daging babi Vietnam, daging olahan dingin, dan sedikit mentega. Sementara itu, di Vietnam Tengah – Kota Hoi An – terkenal dengan “Banh mi” yang isiannya dibuat dari babi panggang merah, pate, dll dengan saus yang kaya, sedikit manis, dan sedikit pedas. Di Vietnam Selatan, khususnya Kota Ho Chi Minh, “Banh mi” biasanya memiliki rasa yang sedikit manis dan beragam isian: daging olahan dingin, mentega, pate, abon babi, dan yang terpenting, acar sayuran dan beberapa irisan cabai segar pedas.

Secara umum, meskipun ada banyak variannya, keunikan “Banh mi” Vietnam adalah fleksibilitas yaitu memiliki bahan yang berbeda tergantung pada selera, budaya lokal, dan kreativitas penjual. Itu justru adalah alasan mengapa hidangan ini semakin disukai tidak hanya di Vietnam tetapi juga di seluruh dunia.

Para pendengar yang budiman! Lomba membuat video/klip sehubungan peringatan HUT ke-60 Program Siaran Bahasa Indonesia, Radio Suara Vietnam telah resmi diaktifkan. Pengumuman lomba yang dilakukan pada 1 Mei 2026 ini disambut dengan penuh kegembiraan dari para pendengar. Beberapa pendengar seperti saudara Hero, Sunu Budihardjo, Rudy Hartono, Subyarno Triyanto dan para pendengar lain menyatakan siap untuk berpartisipasi.

Saudara Buddhadeb Banerjee Khohan dan Shivendu Paul berbagi: “Saya sangat mendukung program ini, 60 tahun perjalanan yang luar biasa. Saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana VOV mempengaruhi hidup saya!”, “Sangat ideal, dan saya mau mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kontes tersebut sehubungan peringatan HUT ke-60 Program Siaran Bahasa Indonesia, VOV5”. Sementara itu, saudara Idris menyampaikan mulai membuat ide bagi karya pesertanya setelah mendapat informasi tentang lomba tersebut.

"Kepada VOV Seksi Bahasa Indonesia,di Hanoi Vietnam. Saya sangat antusias dan berpartisipasi mengikuti lomba Video yang diluncurkan oleh VOV Seksi Bahasa Indonesia untuk merayakan ulang tahun ke 60. Saya berencana membuat Video yang bermakna karena saya memiliki banyak kenangan bersama VOV dan Vietnam,saya berharap para pendengar lain berpartisipasi agar kontes ini menjadi lebih meriah”.

Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan sambutan hangat dari para pendengar. Kami ingin terus menerima banyak karya peserta pada waktu mendatang.

Sampai di sini, berakhir sudah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan Anda mengakses situs website: www.vovworld.vn atau mengirim email ke Indonesia.vov5@gmail.com atau melalui alamat post: Jalan Ba Trieu, Nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam. Sampai jumpa lagi.

Dalam rangka menyambut tonggak istimewa peringatan HUT ke-60 berdirinya Program Siaran Bahasa Indonesia, Radio Suara Vietnam (30 Juni 1966 – 30 Juni 2026), kami dengan hormat meluncurkan Lomba Membuat video/klip pendek yang dipertujukkan bagi para pendengar dengan tema: “Radio Suara Vietnam dalam kehidupan saya”.

Lomba ini diselenggarakan untuk mempererat hubungan dengan para pendengar, sekaligus menyebarluaskan citra Program siaran bahasa Indonesia melalui platform digital modern. Ini juga menjadi kesempatan bagi setiap pendengar untuk berbagi kisah pribadi, perasaan, kenangan, serta kecintaannya terhadap Program siaran bahasa Indonesia, VOV selama perjalanan 60 tahun terakhir.

Ketentuan:

https://vovworld.vn/id-ID/kotak-surat-anda/canangkan-lomba-membuat-videoklip-pendek-dengan-tajuk-radio-suara-vietnam-dalam-kehidupan-saya-2430179.vov5