Selama konferensi yang berlangsung selama dua hari (14-15 Mei) tersebut, para Menlu BRICS akan fokus membahas berbagai isu utama, termasuk titik konflik, keamanan energi, rantai pasokan global, reformasi lembaga-lembaga multilateral, dan penguatan kerja sama antarnegara anggota blok tersebut.
Salah satu sorotan utama konferensi tersebut adalah sesi diskusi yang berjudul “BRICS@20: Membangun kekampuan pemulihan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan”, yang berfokus pada arah pembangunan jangka panjang blok tersebut setelah dua dekade pembentukannya. Negara-negara anggota diharapkan untuk bertukar pandangan tentang reformasi PBB, sistem keuangan internasional, serta penguatan kerja sama Selatan-Selatan di bidang-bidang teknologi, energi, dan pembangunan berkelanjutan.
Konferensi tahun ini juga menandai fase ekspansi BRICS paling luas sejak pembentukannya. Dari 5 anggota awal yang terdiri dari Brasil, Russia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, blok ini kini telah berkembang menjadi 11 anggota dengan bergabungnya Iran, Indonesia, Mesir, Ethiopia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.





