VOV WorldVOV World
Pernyataan Ketua ASEAN Terkait Isu Myanmar
24/04/2026 11:41
[VOVWORLD] - Filipina, selaku Ketua ASEAN tahun 2026, pada Jumat (24 April) mengeluarkan Pernyataan Ketua ASEAN mengenai pembebasan tahanan di Myanmar.
Pernyataan Ketua ASEAN Terkait Isu Myanmar
Pernyataan tersebut menyambut baik pengumuman pembebasan lebih dari 4.000 tahanan pada 17 April, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Myanmar. Secara khusus, pernyataan itu mengapresiasi pembebasan mantan Presiden U Win Myint, dan menilai hal ini sebagai langkah positif menuju dialog nasional yang inklusif antara semua pihak di Myanmar. 24.4--AM chieu--15-Tuyen bo_0.jpg Bendera ASEAN dan bendera nasional negara-negara ASEAN (Foto: Pham Ha/VOV Jakarta) Pernyataan tersebut juga mendorong pembebasan tahanan lainnya, termasuk mantan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, dalam semangat rekonsiliasi dan perdamaian sebenarnya. Selain itu, ASEAN menyambut baik pemberian amnesti kepada warga negara dari negara-negara anggota ASEAN dan menantikan pemulangan mereka secara aman dan cepat, serta pembebasan mereka yang masih ditahan, khususnya para korban perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara lainnya. Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen untuk mendukung Myanmar, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ASEAN, dalam mencapai solusi damai dan berkelanjutan terhadap krisis politik di negara tersebut, dengan pendekatan yang dipimpin dan dimiliki oleh Myanmar sendiri. Terkait krisis politik yang sedang berlangsung di Myanmar, pernyataan itu menyerukan penghentian segera segala bentuk kekerasan, terutama yang menyasar pada warga sipil dan fasilitas publik. Selain itu, semua pihak diminta untuk menahan diri secara maksimal, menjamin keselamatan warga sipil, serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi penyaluran bantuan kemanusiaan.
TAG
VOV/VOVWORLD/Myanmar/ASEAN/bantuan kemanusiaan