Untuk mengawali pidatonya, PM Jepang, Takaichi Sanae mengenang kembali memori tentang kunjungannya ke Vietnam pada 6 tahun yang lalu dan menyatakan harapannya untuk kembali mengunjungi Hoi An, tempat yang ada situs peninggalan sejarah Pagoda Cau (Nohonbashi) yang baru saja direnovasi dengan kerja sama Jepang pada dua tahun yang lalu. Menurut PM Jepang, hal ini membuktikan lebih dari sejarah perdagangan yang dinamis antara kedua bangsa selama 400 tahun di wilayah laut yang bebas. Mewarisi semangat itu, pada tahun 2013, PM Abe Shinzo telah memilih Vietnam sebagai persinggahan pertama dalam perwalatan luar negeri setelah dilantik.

Sehubungan dengan peringatan HUT ke-10 inisiatif Visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (FOIP) yang diusulkan oleh Almarhum PM Jepang, Abe Shinzo di Kenya (2016), PM Takaichi Sanae menegaskan relavansi FOIP, khususnya ketika Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengadopsi Visi ASEAN mengenai Indo-Pasifik (AOIP) yang memiliki kesamaan nilai-nilai inti pada tahun 2019.

Menghadapi semua perubahan struktur dan tatanan global seperti persaingan geo-politik, pembaruan teknologi dan munculnya Belahan Bumi Selatan, PM Takaichi Sanae resmi mengumumkan “mengupdate FOIP” yang memusat pada tiga prioritas yaitu membangun infrastruktur ekonomi untuk era kecerdasan buatan (AI) dan data, memperkuat rantai pasokan energi dan bahan mentah; Bersama-sama membina peluang pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama publik-swasta dan berbagai prinsip; Memperkuat kerja sama keamanan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan.